Survei Indikator Proyeksikan Kemungkinan 16% Warga Tangsel Golput

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 16:01 WIB
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengawasi pemilih di bilik suara khusus saat simulasi pemungutan suara dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di TPS 18 Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2020). KPU akan menyiapkan satu bilik suara khusus di setiap TPS yang diperuntukan bagi pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat saat pemungutan suara Pilkada serentak 2020. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pras.
Ilustrasi simulasi Pilkada 2020 di masa pandemi. (Muhammad Iqbal/Antara Foto)

Meski demikian, berdasarkan hasil survei Indikator, 96,6 persen warga Tangsel sudah mengetahui adanya hajatan politik atau Pilkada pada 9 Desember 2020. Angka itu meningkat dari Agustus lalu, ketika ada 87,3 persen warga yang tahu tentang Pilkada 2020.

Indikator juga memetakan persepsi masyarakat Tangsel terhadap politik uang. Hasilnya, 56,8 persen responden menganggap politik uang sebagai hal yang wajar.

"Toleransi politik uang, ini menarik juga ya, warga menginginkan figur pemimpin yang bersih, yang jujur, yang amanah, tetapi 56,8 persen mereka mengatakan kalau ada calon yang membantunya ngasih uang atau hadiah, itu sebagai suatu yang wajar. Jadi kayak ada ambigu gitu ya," ungkap Burhan.

Responden yang menganggap wajar politik uang lalu diberi pertanyaan 'Bila bisa diterima sebagai hal yang wajar, apakah Ibu/Bapak sendiri akan menerima bila ada orang yang memberi uang atau hadiah tersebut?'. Hasilnya, 79,2 persen responden mengaku akan menerima pemberian, tapi tetap akan memilih sesuai hati nurani.

"Efek politik uang tidak otomatis besar. Di antara pemilih yang menganggap politik uang wajar, hampir 80% akan menerima pemberian tersebut, tapi mengenai pilihan akhir tetap berdasarkan hati nurani," ujarnya.

Halaman

(azr/tor)