Survei Indikator Pilkada Tangsel: Muhamad-Sara 38,6%, Benyamin-Pilar 33,2%

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 14:58 WIB
Nomor urut di Pilkada Tangsel (Foto: dok. KPU Tangsel)
Tiga pasangan calon di Pilkada Tangsel 2020 (Foto: dok. KPU Tangsel)
Jakarta -

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil surveinya terkait elektabilitas tiga pasangan calon di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel). Hasilnya, pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo unggul tipis atas pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Survei dilaksanakan pada rentang waktu 28 Oktober-3 November 2020 terhadap 820 responden warga Tangsel yang memiliki hak pilih pada Pilkada 2020. Metode pemilihan responden menggunakan multistage random sampling, sementara pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka.

Margin of error survei adalah 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Rilis survei Indikator juga menyertakan perbandingan survei Pilkada Tangsel pada periode Agustus dan Oktober 2020.

Indikator menggunakan empat simulasi, yaitu top of mind tanpa menyebut nama calon, simulasi semiterbuka, simulasi calon wali kota, dan simulasi surat suara. Untuk diketahui, Pilkada Tangsel diikuti tiga calon, yaitu Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Pada simulasi top of mind, responden diberi pertanyaan 'Seandainya pemilihan langsung Wali Kota Tangerang Selatan dilaksanakan pada hari ini, siapa yang
akan Ibu/Bapak pilih sebagai Walikota?'. Hasilnya, nama Muhamad unggul dengan 22,6 persen.

"Per hari ini ada 22,6 persen sampai awal November yang secara spontan mengatakan akan memilih Muhammad, ada 19 persen yang secara spontan akan memilih Benyamin Davnie, ada 7,3 persen yang menyatakan secara spontan memilih Siti Nur Azizah," kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei, Selasa (17/11/2020).

Pada simulasi top of mind, Burhan menyoroti masih banyaknya responden yang belum menentukan pilihan. Masih ada 48,1 persen responden yang belum menentukan pilihan meski hari-H pilkada kurang dari satu bulan lagi.

"Terus terang, jumlah undecided yang tidak bisa memutuskan kalau kita sodori dengan simulasi top of mind, itu mencapai angka yang besar, 48 persen. Padahal pemilu tinggal di depan mata. Ini berbeda dengan survei kami di banyak tempat, terutama di Sulawesi, kalau jelang pilkada seperti sekarang itu undecided berkurang drastis," ujar Burhan.

"Di Tangsel yang bisa menyebutkan secara spontan itu baru sekitar 50-an persen. Jadi banyak pemilih Tangsel yang tidak bisa nyebut nama kalau pakai simulasi top of mind," sambungnya.

Simak video 'Bawaslu Paparkan Potensi Pelanggaran di Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



Bagaimana hasil survei Pilkada Tangsel dalam simulasi lain? Simak di halaman selanjutnya. >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2