Round-Up

Tangisan Sang Suami di Sidang Ungkap Drama Rumah Tangga Pinangki

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 06:24 WIB
Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/9/2020). Dia didakwa menerima suap USD 500 ribu dari USD 1 juta yang dijanjikan oleh Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.
Foto: Pinangki Sirna Malasari (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Momen haru terjadi dalam persidangan perkara suap yang menjerat Pinangki Sirna Malasari. Suami Pinangki, Napitupulu Yogi Yusuf berurai air mata saat menceritakan biduk rumah tangganya yang tidak lagi harmonis.

Polisi berpangkat AKBP itu dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Pinangki, di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. Momen Yogi berlinang air mata berawal dari pertanyaan jaksa KMS Roni soal perkenalannya dengan Benny Santrawan, yang diketahui merupakan anak buahnya di Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri.

Kala itu, Yogi menjawab pertanyaan jaksa soal permintaan Pinangki menukarkan mata uang asing. Setidaknya, sebanyak 3 kali Yogi meminta tolong Benny menukarkan mata uang asing.

"Saya nggak memerintahkan. Saya minta tolong bahwa saat penukaran uang itu kan dilakukan awal-awal pandemi Corona," ujar Yogi saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2020).

"Pada saat itu di Apartemen Pakubuwono ketat semua, di-lockdown, bahkan sopir kami nggak boleh keluar. Pinangki minta tolong, 'Sayang, bisa minta tolong bantu ada anggota tukar valas.' Saya minta tolong Benny, 'Ben katanya ibu mau tukar valas,'" imbuhnya.

Pinangki Sirna MalasariYogi sebelum sidang dimulai. (Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom)

Jaksa kemudian 'terangsang', dan menanyakan asal usul mata uang asing itu ke Benny. Menjawab pertanyaan itu, emosi Yogi pun meluap dengan mengungkapkan kondisi rumah tangganya.

"Apakah Saudara nggak cari tahu dari mana sumber istri saya dapat duit yang selalu dalam jumlah valas?" tanya jaksa.

"Kembali lagi ke jawaban saya pertama. Bahwa saya dari awal sudah tahu kehidupan Pinangki seperti itu. Kedua, alasan seperti yang saya sampaikan tadi mohon maaf kembali lagi persoalan rumah tangga saya. Saya karena masih ada tanggung jawab sebagai suami, ini istri saya minta tolong ada anak saya di situ. Ya saya bantu," ucap Yogi.

"Boro-boro saya mau nanya itu. Kalau saya tanya 'ngapain kamu nyuruh', ya ribut lagi. Ada pada satu tahapan pak penuntut umum, mungkin secara manusiawi akan dirasakan mungkin, kalau ribut rumah tangga sama istri itu lebih ramai daripada sama musuh," imbuh Yogi dengan nada agak sedikit tinggi.

Puncaknya, Yogi menceritakan soal kondisi rumah tangga dengan berurai air mata. Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3