Jika Corona Meningkat, Libur Panjang Bisa Diperpendek atau Ditiadakan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 18:51 WIB
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 masih mengikuti perkembangan untuk melihat ada tidaknya peningkatan kasus positif virus Corona akibat libur panjang pada akhir Oktober 2020 lalu. Satgas menyatakan bahwa mereka bisa mengusulkan ke pemerintah agar libur akhir 2020 diperpendek.

"Nah oleh karenanya Satgas sendiri masih mengikuti perkembangan sampai dengan satu minggu yang akan datang, apakah dampak dari libur panjang ini signifikan terjadinya kasus, atau karena memang sudah semakin baik masyarakat menerapkan liburan kemarin, liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan," kata Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo dalam siaran langsung dari kanal YouTube BNPB, Minggu (15/11/2020).

Doni menuturkan libur akhir 2020 tidak akan mengalami perubahan seperti yang sudah direncanakan, jika dalam perkembangannya tak ada peningkatan kasus akibat libur panjang akhir Oktober 2020. Namun, bila yang terjadi sebaliknya, Satgas bisa mengusulkan ke pemerintah agar memperpendek durasi libur pada akhir 2020.

"Nah kalau ini bisa diketahui bahwa kasusnya tidak mengalami peningkatan dan juga kita masih bisa mengendalikannya dengan baik, ya insyaallah pada akhir tahun yang akan datang kita tetap memberikan masukan kepada pemerintah untuk bisa melanjutkan libur panjang," terang Doni

"Tetapi, apabila kasusnya meningkat seperti pada periode Agustus dan September yang lalu, maka tentu rekomendasinya adalah libur panjang diperpendek atau ditiadakan sama sekali," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyesalkan masih banyaknya masyarakat yang melanggar protokol kesehatan terkait dengan Corona (COVID-19). Menurut Doni, mereka yang melanggar protokol tidak hanya diberi sanksi di dunia, tetapi juga di akhirat.

"Dan mereka yang menyelenggarakan kegiatan tersebut nantinya bukan hanya mendapatkan sanksi di dunia oleh pemerintah, tapi juga kelak di kemudian hari akan mendapatkan permintaan pertanggungjawaban dari Allah SWT, karena kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan itu terjadi penularan," ujar Doni.

(zak/gbr)