Sejarah Masyumi

Partai Islam Makin Banyak, Apa Untungnya bagi Umat Muslim?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 17:48 WIB
Jakarta -

Partai Masyumi 'reborn' dan Partai Ummat menambah daftar panjang jumlah partai Islamis di Indonesia. Apakah jumlah partai Islam ini akan menguntungkan umat muslim sebagai pemilih?

Sebagaimana diketahui, di Indonesia sudah ada beberapa partai yang mengusung nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya seperti PKS, PKB, PPP, PBB dan terbaru Partai Gelora.

Partai Masyumi Reborn dan Partai Ummat menjadi tambahan untuk jmlah partai Islam ini. Ketua Umum Partai Bulan Bintang atau PBB Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa partai Islam yang makin justru tidak baik bagi umat Islam.

"Bagi saya, makin banyak jumlah partai Islam makin tidak baik bagi umat Islam karena suara para pendukung dan pemilih akan terpecah. Namun kita tidak dapat menyangkal fakta sejarah, maupun fakta masa kini, bahwa partai-partai Islam jumlahnya ada beberapa dan tidak bisa dijadikan satu," ujar Yusril kepada detikcom, Jumat (13/11/2020).

Yusril lantas membandingkannya dengan partai-partai kelompok di luar Islam. Menurutnya, partai-partai itu memang kerap terpecah.

"Hal yang sama sebenarnya juga terjadi pada kelompok di luar Islam. Di awal Reformasi 1998 ada beberapa partai Kristen berdiri. Partai-partai Nasionalis juga dalam sejarahnya terpecah kepada beberapa partai, ada PNI, ada Parindra, ada Partai Rakyat Nasional atau PRN dan sebagainya. Bahkan kelompok Marxis terpecah ke dalam PKI, Murba dan AKOMA (Angkatan Komunis Muda)," tuturnya.

Namun, dia memaklumi kehadiran partai-partai Islam ini sebagai ekspresi kebebasan dalam berserikat. Dia menilai kehadiran partai-partai baru ini sebagai keniscayaan.

"Tetapi apa boleh buat, di negara kita kebebasan berserikat dan berkumpul dijamin UUD 1945. Setiap saat 50 orang WNI boleh datang ke notaris untuk mendirikan partai baru. Jadi secara hukum, kehadiran partai-partai baru memang sulit dicegah," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2