Sejarah Masyumi

Gagalnya Duet Amien Rais-Yusril Meneruskan Aspirasi Masyumi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 16:52 WIB
Amien Rais pada era reformasi (Reuters)
Amien Rais pada era reformasi (Reuters)
Jakarta -

Masyumi adalah partai yang menginspirasi para tokoh-tokoh pada era selanjutnya. Bahkan, Amien Rais pun sempat diniatkan untuk meneruskan aspirasi Masyumi. Namun niat itu gagal karena Amien menilai 'baju Islam' terlalu kecil untuknya.

Ketika itu, Amien awalnya akan diduetkan dengan Ketua Umum Partai Bulan Bintang atau PBB Yusril Ihza Mahendra oleh para tokoh Masyumi. Namun rencana itu gagal.

Yusril mengakui bahwa ada niat untuk mendirikan partai yang menampung aspirasi Masyumi. Aspirasi itu ditampung oleh Bulan Bintang, sebelum menjadi partai.

"Ya memang pernah ada gagasan demikian, Keluarga Besar Bulan Bintang (pendukung Masyumi sebelum dibubarkan pada 1960) di awal Reformasi berkeinginan untuk mendirikan kembali partai untuk menampung aspirasi mereka (tokoh-tokoh Masyumi)," ujar Yusril kepada detikcom, Jumat (13/11/2020).

"Tentu partai akan menjadi partai Islam sebagaimana halnya Masyumi dulu. Mengenai nama partai memang belum ada. Saya sendiri dalam sosialisasi rencana pendirian partai ini menggunakan nama sementara 'Partai Keluarga Besar Bulan Bintang'. Akhirnya nama Bulan Bintang inilah yang disetujui oleh Alm Pak Anwar Harjono (tokoh Masyumi) dan para sesepuh lainnya," lanjutnya.

Namun ketika itu Amien Rais keberatan dengan PBB yang akan menjadi partai Islam. Amien cenderung lebih memilih partai yang menampung semua golongan. Bahkan, Amien Rais sempat menyebut Partai Islam terlalu kecil untuk dirinya.

"Pak Amien keberatan dengan partai yang akan menjadi partai Islam ini. Beliau ingin partai yang menampung semua golongan, tidak khusus bagi umat Islam saja. Memang ada ucapan beliau ketika itu bahwa pakai 'baju Islam' itu 'kekecilan' bagi beliau," ungkap Yusril.

Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza MahendraKetum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (Muhajir Arifin/detikcom)

Menurut penuturan Yusril, Amien Rais juga menyoroti lambang PBB. Amien tak setuju dengan lambang itu.

"Beliau juga tidak setuju nama Partai Bulan Bintang. Bulan Bintang menurut Pak Amien adalah lambang partai, 'Masa nama partai sama dengan lambangnya?' Beliau seingat saya pernah membandingkan dengan Partai Tani, lambangnya cangkul atau pacul, tetapi namanya bukan Partai Pacul. Kira-kira seperti itu analogi Pak Amien," tutur Yusril.

Selain itu, Amien Rais pernah diminta oleh tokoh Masyumi, Anwar Harjono untuk berduet dengan Yusril dalam memimpin PBB. Namun, Amien Rais tak bersedia.

"Alm Pak Anwar Harjono bersama Abdul Qadir Jaelani minta agar Pak Amien menjadi Ketua Partai baru ini dan saya diminta menjadi Sekjen. Tetapi karena Pak Amien tidak bersedia maka beliau meminta saya menjadi Ketua Umum. Sedang Sekjen beliau mengusul dua nama Pak Kaban dan Pak Hartono Mardjono. Saya memilih Pak Kaban. Pak Hartono menjadi Wakil Ketua Umum," ungkap Yusril.

Bagaimana tanggapan Amien Rais atas kelahiran Masyumi Reborn? Silakan klik halaman selanjutnya.

Tonton juga 'Partai Masyumi 'Hidup' Lagi, Singgung PKS Tak Tampung PA 212':

[Gambas:Video 20detik]