NasDem Ingatkan TNI: Jangan Sampai Prajurit Ideologi Radikal Semakin Banyak

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 07:56 WIB
Willy Aditya
Foto: Willy Aditya. (Rahel/detikcom).
Jakarta -

Dua prajurit TNI diberi sanksi oleh institusi karena video viral terkait sambutan atas kepulangan Habib Rizieq Syihab ke Indonesia. Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengingatkan akan bahaya prajurit TNI yang terpapar paham radikal.

Untuk diketahui, mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu pernah memaparkan data ada sebanyak 3 persen prajurit TNI terpapar ideologi radikal. Willy meminta TNI mewaspadai agar data prajurit TNI yang terpapar paham radikal itu tidak semakin membesar.

"Jangan sampai apa yang disampaikan mantan Menhan, Ryamizard R, 3 persen prajurit terpapar ideologi radikal menjadi membesar dan sulit dikendalikan di kemudian hari," kata Willy, kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020).

Anggota Komisi I itu, mengatakan institusi TNI harus memberikan pemahaman prajuritnya terhadap fungsi-fungsi kelembagaan negara. Sebab, kata dia, TNI secara khusus memiliki ikatan kedinasan yang extraordinary terhadap politik negara harus menunjukkan netralitas dan non-partisannya.

"Dalam konteks sumpah dan janji prajurit, maka tidak ada alasan apapun untuk membenarkan sikap partisan dari anggota TNI. Hal ini karena TNI hanya menjalankan sikap politik negara, bukan preferensi sikap, pandangan atau politik individu tertentu. Sumpah kesetiaan ini yang membedakan TNI dengan organisasi lainnya," jelasnya.

Willy menyarankan agar para prajurit TNI yang merasa tak sesuai lagi dengan kesetiaan dengan politik negara agar mengundurkan diri. "Silahkan saja kalau ada anggota TNI yang merasa tidak sesuai lagi dengan kesetiaan kepada politik negara untuk menyatakan mengundurkan diri dari lembaga TNI dan bergabung di kelompok sosial atau politik tertentu," katanya.

Simak di halaman berikutnya soal Kopda Asyari dan Serka BDS di sanksi karena video viral sambut kedatangan Habib Rizieq.

Selanjutnya
Halaman
1 2