Round-Up

Makian Hewan ke Gubernur Kalbar Bikin Remaja Putri Dipolisikan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 05:06 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji
Foto: Gubernur Kalbar Sutarmidji (Dok APPSI)
Jakarta -

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melaporkan seorang remaja putri yang masih pelajar ke polisi. Laporan ke pihak berwajib ini lantaran Sutarmidji merasa ucapan remaja putri itu menghina dirinya.

Ucapan remaja putri yang dinilai menghina itu disebut terjadi saat orasi demo pada Hari Pahlawan, Selasa (10/11), dengan tuntutan menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Gubernur Kalbar Sutarmidji tak terima dengan orasi remaja putri tersebut, lalu melaporkan ke Polresta Pontianak.

Soal isi orasi yang dinilai menghina, berawal dari tuntutan remaja putri itu agar Sutarmidji menemui massa yang berdemo. Namun Sutarmidji tak menemui massa dan keluarlah kata-kata kasar dari mulut remaja putri itu saat berorasi.

"Gubernur go****. Gubernur memang go****. Kami rakyat di jalan ingin ditemui tapi tidak ditemui, apa itu namanya kalau tidak go****. Sumbangsih kita ya ini, membela hak rakyat. Saya ingin tanya, apa sumbangsihnya? Membuat ricuh negara?" kata orator tersebut.

"Tolonglah, kalau go**** itu, go**** sendiri, jangan bawa-bawa kami. Go****, a****g," tambahnya.

Rekaman video orasi remaja putri dengan ucapan kasar itu viral. Laporan Sutarmidji dibenarkan Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin.

"Sementara beliau melaporkan cuplikan video yang beredar di media di sosmed juga, satu orang (yang dilaporkan). Salah satu orator," kata Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin saat dihubungi detikcom, Jumat (13/11/2020).

Komaruddin mengatakan Sutarmidji membuat laporan polisi pada Kamis (12/11) kemarin. Sutarmidji sendiri yang langsung datang ke SPKT Polresta Pontianak.

"Beliau menyampaikan laporan terkait dengan penghinaan terhadap dirinya sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 207 (KUHP) barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan tulisan ataupun lisan melakukan penghinaan terhadap penguasa," ujarnya.

"Di ketentuan Pasal 207 ancamannya 1 tahun 6 bulan. Karena ini mengatasnamakan gubernur, tentu pasal itu yang diterapkan. Kalau orang-perorangan mungkin bisa Pasal 310," imbuhnya.

Apa kata Gubernur Kalbar soal laporan ke polisi itu. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2