Korlap Aksi Akan Diperiksa soal Orasi Pelajar Diduga Hina Gubernur Kalbar

Idham Kholid - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 14:04 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji
Gubernur Kalbar Sutarmidji (Foto: dok. APPSI)
Jakarta -

Polisi telah menerima laporan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji yang merasa dihina pendemo lewat orasi tolak omnibus law di Pontianak. Polisi akan memeriksa sejumlah saksi untuk menindaklanjuti laporan itu.

"Setiap laporan yang masuk tentu akan kita tindak lanjuti, akan kita cari bukti-bukti dulu, keterangan para saksi, kita juga nantinya akan melibatkan ahli bahasa ya untuk lebih menguatkan," kata Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin saat dihubungi detikcom, Jumat (13/11/2020).

Komarudin mengatakan koordinator lapangan (korlap) aksi tersebut juga akan dimintai keterangan. Selain itu, polisi masih menyelidiki soal sosok pendemo wanita yang orasinya viral itu.

"Kita periksa duku saksi-saksi, korlap. Karena kita masih profiling identitas yang bersangkutan, dia ini siapa, alamatnya di mana. Tentu kita dahulukan periksa saksi-saksi ya," ujarnya.

Komaruddin mengatakan Sutarmidji membuat laporan polisi pada Kamis (12/11) kemarin. Sutarmidji sendiri yang langsung datang ke SPKT Polresta Pontianak.

"Beliau menyampaikan laporan terkait dengan penghinaan terhadap dirinya sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 207 (KUHP) barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan tulisan ataupun lisan melakukan penghinaan terhadap penguasa, di ketentuan Pasal 207 ancamannya 1 tahun 6 bulan. Karena ini mengatasnamakan gubernur, tentu pasal itu yang diterapkan. Kalau orang perorangan mungkin bisa Pasal 310," ujarnya.

Komarudin mengatakan yang dipersoalkan Sutarmidji yakni ada kalimat orator yang dinilai menghina karena memaki menggunakan nama binatang.

"Kalau dalam video itu dikatakan, katanya 'gubernur a****g', itu. Sementara dari Pak Gubernur sendiri, dari statement-nya yang saya baca saya tidak bisa terima, ini sama saja menghina ibu saya, kalau menurut Pak Gubernur dari hasil wawancara yang saya baca yang beredar," tuturnya.

Bagaimana pernyataan Gubernur Kalbar Sutarmidji soal orasi tersebut? Simak halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2