Sidak 13 November: 4 Berita Teraktual Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 22:27 WIB
minuman keras alkohol mabuk. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi minuman beralkohol (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Berita mengenai Rancangan Undang-undang (RUU) larangan minuman beralkohol ramai diperbincangan. Namun, ada sejumlah lokasi yang masih diizinkan untuk menjual minuman keras itu. Kabar populer lainnya datang dari kilas balik tragedi Semanggi I, perisitiwa ini merupakan aksi unjuk rasa mahasiswa menolak BJ Habibie menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto.

Berita populer selanjutnya mengenai ditangkapnya pelaku penyebar video syur 'mirip Gisel', polisi sudah menetapkan dua pelaku sebagai tersangka. Selain itu, kabar hangat lainnya ada Bali yang ditetapkan sebagai lokasi paling romantis se Asia.

Rangkuman berita itu dirangkum dalam tayangan berjudul 'MENGENANG TRAGEDI SEMANGGI? SIDAK!: 13/11/2020' yang diunggah akun YouTube CXO Media. Rangkuman berita setiap harinya dikemas secara ringan dan ditayangkan setiap pukul 21.00 WIB.

Berikut 4 berita terpopuler hari ini yang telah dirangkum:

1. Tempat yang Boleh Jual Minuman Beralkohol Menurut RUU Minol

RUU Larangan Minuman Beralkohol membuat pengecualian terhadap sejumlah tempat yang tidak terpengaruh larangan minuman beralkohol.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, pada pasal 8 ayat (2) huruf e, disebutkan larangan minuman beralkohol tidak berlaku di tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan undang-undang. Rincian tempat itu dijabarkan di bagian penjelasan.

"Yang dimaksud dengan 'tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan' meliputi toko bebas bea, hotel bintang 5 (lima), restoran dengan tanda talam kencana dan talam selaka, bar, pub, klub malam, dan toko khusus penjualan Minuman Beralkohol," bunyi penjelasan pasal 8 ayat (2) huruf e seperti dikutip CNNIndonesia.com dari draf yang diunggah situs resmi DPR.

Dalam Pasal 8 RUU Larangan Minuman Beralkohol, aturan Pasal 5, Pasal 6 dan Pasal 7 dinyatakan tak berlaku untuk kepentingan terbatas. Begini bunyi Pasal 8 RUU Larangan Minuman Beralkohol:

(1) Larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, dan Pasal 7 tidak berlaku untuk kepentingan terbatas.
(2) Kepentingan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. kepentingan adat;
b. ritual keagamaan;
c. wisatawan;
d. farmasi; dan
e. tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kepentingan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam peraturan Pemerintah.

RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol (Minol) merupakan usulan dari beberapa anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerindra.

Tujuan disodorkannya RUU ini adalah melindungi masyarakat dari dampak negatif yang timbul dari minuman beralkohol.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3