Saksi Ungkap Info Djoko Tjandra soal Bukti Penghapusan Red Notice Palsu

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 17:17 WIB
Tommy Sumardi, mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Tommy menilai dirinya pantas mengajukan JC karena telah mengungkap kebenaran.
Foto: Tommy Sumardi (Ari Saputra)
Jakarta -

Tommy Sumardi memberikan kesaksian terkait red notice Djoko Tjandra dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Tommy mengaku mendapat informasi dari Djoko Tjandra bahwa bukti penghapusan red notice-nya palsu.

Mulanya, Tommy memberikan keterangan bahwa dia diminta Djoko Tjandra untuk mengecek status red notice-nya ke Mabes Polri. Tommy merupakan kerabat dari Djoko Tjandra.

"Djoko Tjandra menelpon saya untuk mengecek apakah red notice sudah terbuka apa belum," kata Tommy dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (13/11/2020).

Menurut Tommy, dia kenal Djoko Tjandra sejak 1998. Namun, semenjak itu Djoko Tjandra tak pernah menghubunginya.

"Tiba-tiba 2020 menghubungi saya. Saya juga nggak tahu," lanjutnya.

Djoko Tjandra memberikan nomor ponsel pengacaranya, Anita Kolopaking ke Tommy. Kemudian, Tommy bertemu kontak-kontakan dengan Anita Kolopaking.

Singkat cerita, Tommy mengaku diarahkan Djoko Tjandra untuk bertemu dengan eks Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo. Arahan yang sama, sebut dia, juga untuk Anita.

Selanjutnya, Tommy dan Anita diarahkan Prasetijo untuk berkoordinasi dengan Irjen Napoleon Bonaparte yang saat ini menjabat eks Kadivhubinter Polri.

"(Diarahkan) ke NCB. Itu hubinter itu. hubungan internasional," ucap Tommy.

Alhasil, Tommy, Anita berkoordinasi dengan Napoleon. Napoleon pun menyanggupi penghapusan red notice Djoko Tjandra.

"Ini (red notice) memang bidang saya. Nanti jawabannya saya kasih tahu (kabar lanjutan) sama Pak Prasetijo," ujar Tommy sambil menirukan pernyataan Napoleon saat menyanggupi akan menghapus red notice Djoko Tjandra.

Setelah pengurusan itu, Napoleon menyampaikan ke Prasetijo bahwa red notice Djoko Tjandra sudah terhapus. Lantas, Prasetijo menghubungi Tommy.

"Ini (red notice) sudah terbuka (terhapus)," kata Tommy menirukan suara Prasetijo.

Tommy pun memberikan sejumlah uang dari Djoko Tjandra ke Irjen Napoleon. "Semuanya Rp 7 miliar (dari) Djoko Tjandra," ungkap Tommy.

Soal informasi bukti penghapusan red notice Djoko Tjandra palsu ada di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2