Kasus Suap Dealer Jaguar, Hukuman 3 Pejabat Kantor Pajak Diperberat

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 10:40 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi palu (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta memperberat hukuman tiga pejabat kantor Pajak, yaitu Hadi Sutrisno, Jumari, dan M Naim Fahmi. Mereka dinyatakan terbukti menerima suap dari bos PT Wahana Auto Ekamarga (WEA), yang merupakan distributor resmi kendaraan premium dengan merek Jaguar, Land Rover, dan Bentley.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Jumat (13/11/2020). Tertulis Hadi adalah pemeriksa pajak madya pada KPP Sleman (2018-sekarang). Hadi juga pernah jadi pemeriksa madya KPP Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Tiga, Kanwil Dirjen Pajak Jakarta Khusus pada 2014-2018. Adapun Jumari dan Naim adalah pemeriksa madya KPP Penanaman Modal Asing Tiga, Kanwil Dirjen Pajak Jakarta Khusus.

Kasus suap itu menyeret ketiganya ke PN Jakpus. Pada 6 Juli 2020, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara kepada Hadi dan Jumari. Sedangkan Naim dihukum 5 tahun penjara.

Jaksa KPK tidak terima dan mengajukan banding. Majelis tinggi mengabulkan permohonan tersebut.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I HADI SUTRISNO, Terdakwa II JUMARI dan Terdakwa III MUHAMMAD NAIM FAHMI, oleh karena itu masing-masing dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan," ujar majelis tinggi yang diketuai James Butarbutar.

Putusan itu diketok pada Kamis (12/11). Duduk sebagai anggota majelis Daniel Dalle Pairunan, Achmad Yusak, Hening Tyastanti, dan Lafat Akbar. Majelis menyatakan ketiganya bersalah karena korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan pertama.

Selanjutnya
Halaman
1 2