Kasus Suap Pajak Dealer Jaguar, 3 Pegawai PMA 3 DKI Divonis 3 dan 5 Tahun Bui

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 21:10 WIB
PN Topikor Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus.
PN Topikor Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus. (Foto: Bil Wahid/detikcom)
Jakarta -

Dua pegawai pajak Penanaman Modal Asing (PMA) 3 DKI Jakarta, Hadi Sutrisno dan Jumari divonis 3 tahun penjara karena menerima suap dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim. Seorang pegawai lainnya Muhammad Naim divonis lebih berat yakni 5 tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa Hadi Sutrisno, terdakwa II Jumari, dan terdakwa III Muhammad Naim Fahmi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata ketua majelis hakim, Suparman Nyompa di PN Topikor Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (6/7/2020).

"Menjatuhkan pidana atas terdakwa Hadi Sutrisno selama 3 tahun, dan denda Rp 200 juta. Jika tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan," imbuhnya.

Hukuman dan denda serupa juga dijatuhkan hakim terhadap Jumari. Sedangkan Muhammad Naim dijatuhi hukuman lebih berat dari kedua rekannya.

"Menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa Muhammad Naim Fahmi dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta," ucap hakim.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 12 huruf a UU no 31/1999 sebagaimana diubah uu no 20 tahun 2001 ttg Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto pasal 65 ayat 1 KUHP. Dalam sidang ini, hakim juga menerima permohonan justice collaborator yang diajukan Hadi Sutrisno.

"Mengabulkan permohonan terdakwa Hadi Sutrisno sebagai justice collaborator," ucapnya.

Dalam perkara ini Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi didakwa menerima USD 96.375 dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim. Uang diberikan agar menyetujui permohonan lebih bayar pajak atau restitusi.

Perbuatan Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi dilakukan bersama-sama dengan Yul Dirga saat menjabat Kepala Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) 3 DKI Jakarta. Uang suap yang diterima bertujuan agar KPP PMA 3 Jamarta menyetujui permohonan lebih bayar pajak.

PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis dealer hingga servis berbagai merek mobil. Merek mobil yang dimaksud yakni Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda.

Yul Dirga sudah lebih dulu dijatuhi vonis 6 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta. Jika denda tersebut tidak dibayar, Yul Dirga akan dihukum penjara selama 3 bulan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai USD 32,8 ribu.

(abw/idn)