ADVERTISEMENT

Bawaslu Usul Sirekap Dipakai untuk Hitung Cepat, Bukan Penetapan Hasil Pilkada

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 14:40 WIB
Ketua Bawaslu, Abhan
Abhan (Alfons/detikcom)
Jakarta -

KPU berencana menggunakan aplikasi Sirekap dalam rekapitulasi suara Pilkada 2020. Namun Bawaslu memberikan sejumlah catatan soal rencana Sirekap ini karena adanya kendala jaringan internet hingga listrik.

"Ada beberapa catatan kami, tentu kami apresiasi ikhtiar KPU untuk menggunakan Sirekap dalam Pilkada 2020. Tetapi tentu ada beberapa catatan kami yang perlu dipertimbangkan KPU terkait dengan hasil monitoring simulasi Sirekap di beberapa tempat," kata Ketua Bawaslu Abhan dalam RDP dengan Komisi II di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Abhan mengatakan masih ditemukan kendala jaringan internet di sejumlah daerah dalam simulasi aplikasi Sirekap. Menurutnya, perlu persiapan matang dan tak perlu pindah lokasi saat mengunggah ke aplikasi Sirekap.

"Pertama bahwa kendala jaringan masih terjadi di beberapa tempat simulasi hal tersebut harus benar-benar dipastikan terkait pemetaan kekuatan jaringan di TPS agar proses hasil rekap dapat dilakukan secara efektif dalam artian selesai di TPS tanpa harus berpindah lokasi ketika hendak mengunggah dokumen ke dalam Sirekap," ujar Abhan.

Bila berpindah lokasi saat mengunggah ke Sirekap, menurut Abhan, ada potensi manipulasi hasil rekapitulasi. Apalagi, kata Abhan, bila hasil rekapitulasi belum berbentuk digital.

"Karena kalau ini kemudian berpindah, akan berdampak, akan punya potensi adanya manipulasi, apalagi di PKPU yang pasal 52 b menyebutkan maksimal 24 jam. Saya kira itu jadi potensi. Karena apa? Bahwa ketika Sirekap belum secara digital belum diberikan karena belum bisa dikirim ke Sirekap, maka tentu pengawas TPS maupun saksi belum mendapatkan salinan digital itu menunggu mereka akan bisa meng-upload Sirekap data C hasil ke Sirekap," ucapnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT