Polisi Temukan Goodie Bag Logo Golkar di Kos Tersangka Pengedar 20 Kg Sabu

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 16:48 WIB
Goodie bag Golkar ditemukan di kos tersangka pengedar sabu (dok. Istimewa)
Goodie bag Golkar ditemukan di tempat kos tersangka pengedar sabu. (Foto: Istimewa)
Pekanbaru -

Polisi menemukan goodie bag berlogo Partai Golkar di tempat kos tersangka pengedar 20 kg sabu, Simon Siahaan. Simon disebut sebagai salah satu tim sukses Calon Bupati Pelalawan, Adi Sukemi.

Adi Sukemi sendiri merupakan calon Bupati Pelalawan yang diusung Golkar sekaligus anak Bupati Pelalawan, M Harris. Dia maju bersama Muhammad Rais yang menjadi calon Wakil Bupati.

Dilihat detikcom, Selasa (10/11/2020), dalam video yang beredar terlihat ada personel Polda Riau menggerebek tempat kos Simon. Tampak ada goodie bag berwarna kuning berisi sembako ditumpuk di lokasi itu.

Ada tulisan 'Bersama Golkar Peduli'. Ada gambar paslon Bupati Pelalawan, Adi Sukemi-Rais, di goodie bag itu.

Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, membenarkan lokasi penggerebekan itu adalah kos Simon. Dia mengatakan Simon merupakan timses yang bertugas pada bagian survei.

"Iya benar, tersangka Simon Siahaan ini tim sukses dari paslon nomor 04. Dia merupakan tim sukses bidang survei dari anaknya Bupati Pelalawan," kata Agung.

Agung menjelaskan, Simon dulunya juga merupakan tim sukses Bupati Pelalawan saat ini, Harris. Karena dianggap sukses saat Harris maju 5 tahun silam, jasa Simon kembali dipakai.

"Tersangka dalam pemeriksaan kita membenarkan kalau dia memang tim sukses dari anaknya Bupati Pelalawan. Simon Siahaan sebagai tim sukses bertugas khusus untuk melakukan survei," kata Agung.

Sebelumnya, tim Harimau Kampar Polda Riau menangkap dua orang dan menembak satu orang terkait kasus narkoba. Ada 20 kg sabu yang disita dalam penangkapan ini.

"Mereka kita tangkap pukul 02.00 dini hari di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau. Barang bukti yang diamankan 20 kg sabu," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi kepada wartawan, Senin (9/11).

Ketiga orang tersebut ialah Syamsul Bahri, Simon Siahaan, dan Hendra. Polisi menembak mati Hendra yang berusaha menabrak polisi.

(cha/haf)