Anies: CEO-Office Boy Bisa Berdiri Sejajar di Kendaraan Umum

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 14:04 WIB
Anies Baswedan cek lokasi banjir di Ciganjur
Anies Baswedan (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah transportasi publik di Jakarta terus dibangun, salah satunya proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase II, yang kini sedang dikerjakan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan transportasi umum sebagai sarana interaksi sosial masyarakat.

"Transportasi umum adalah rekayasa sosial untuk meningkatkan interaksi antarwarga. Di dalam transportasi umum kita menemukan kesetaraan, kebersamaan. Kita menemukan perasaan interaksi yang di tempat lain belum tentu kita tentukan nuansa seperti itu," ujar Anies dalam acara diskusi daring, Selasa (10/11/2020).

Anies mengatakan ingin menyatukan ruang interaksi antara rumah dan tempat kerja. Menurutnya, penyatuan ruang interaksi itu berada di transportasi umum.

"Di kota seperti Jakarta ini, pertama ruang di rumah, kedua ruang tempat kerja atau sekolah, ketiga ruang di antara keduanya. Saya sering menyebut sebagai ruang ketiga, ini harus diintervensi pemerintah sebagai ruang untuk mempersatukan, ruang untuk membangun kebersamaan. Ketika berada di rumah, kita ada di lingkar keluarga, di tempat kerja ada struktur, ada atasan ada bawahan," ucapnya.

"Di kendaraan umum, semua bisa ketemu. Seorang CEO di kendaraan umum bisa berdiri sejajar dengan office boy yang melayani di kantornya, seorang kepala daerah, kepala negara naik kendaraan umum, dia kan berdiri seperti penumpang lainnya. Di sini tidak ada VIP, tidak ada non-VIP, semua sama, duduk sama tinggi, berdiri sama tinggi. Jadi saya sering mengatakan bahwa tidak menentukan tempat duduk di MRT, kedudukan tidak menentukan tempat duduk di TransJakarta, semua mendapat tempat yang setara," katanya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengatakan Jakarta bukan hanya untuk mencari penghidupan semata, tapi orang membutuhkan hidup. Karenanya, Pemprov DKI harus menyediakan alat transportasi publik yang berorientasi pada pengalaman.

"Karenanya, segala harus dirancang untuk memberikan pengalaman, MRT, LRT, BRT, sampai angkot semuanya harus memberikan pengalaman pada warga, termasuk sekarang kita mendorong menggunakan sepeda, mendorong menggunakan jalan kaki. Karena kita menginginkan agar perjalanan menjadi pengalaman berangkat dari rumah ke tempat kerja, pulang dari tempat kerja ke rumah, bukan sekadar rutinitas yang terlupakan begitu saja, tapi selalu menjadi pengalaman yang baru," ucap Anies.

"Karena itu, inovasi-terobosan dari para pengelola ruang ketiga ini dibutuhkan kembali, untuk melakukan transportasi dari construction oriented menjadi experience oriented. Dari waktu itu membangun menjadi barang, sekarang membangun pengalaman bagaimana pengalaman itu tumbuh dari warga," imbuhnya.

Sebelumnya, Anies juga mengungkapkan visi mengubah sepeda dari 'sport menjadi transport'. Simak penuturannya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2