Round-Up

Temuan Artefak Tak Ganggu Proyek MRT Sebab 'Hanya' dari Urukan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 05:02 WIB
Sejak 12 Maret lalu, warga diperbolehkan menjajal MRT Jakarta. Dihari libur ini, penumpang kian padat. Berikut foto-fotonya.
Ilustrasi MRT Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pembangunan transportasi di Ibu Kota terus menggeliat. Moda Raya Terpadu (MRT) yang sudah terintegrasi dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) akan berlanjut hingga Kota.

Namun pembangunan MRT Fase 2A dari Jalan MH Thamrin hingga Jakarta Kota sempat diwarnai temuan artefak. Kok bisa?

Artefak itu ditemukan di 14 titik penggalian di sepanjang jalur dari Jalan MH Thamrin hingga Harmoni. Temuan itu disampaikan Ketua Tim Ekskavasi untuk Pembangunan Stasiun MRT Thamrin dan Monas, R Cecep Eka Permana, dalam webinar pada Kamis, 5 November lalu. Tim itu melakukan ekskavasi hingga kedalaman 2 meter dan menemukan beragam artefak.

Berikut 14 titik yang diekskavasi:
1. Depan Kementerian Agama
2. Bagian selatan Jalan Kebon Sirih
3. Menara Jam
4. Depan Wisma Mandiri
5. Samping Kementerian ESDM
6. Depan Kementerian ESDM
7. Depan Gedung Indosat
8. Jalur hijau Pintu BD Monas
9. Taman BD Lapangan Merdeka Barat
10. Depan RSS Lapangan Merdeka Barat
11. Pelataran Air Mancur Menari
12. Pagar Barat Lapangan Merdeka Barat
13. Pelataran Air Mancur Menari
14. Sisi lain dari Pelataran Air Mancur Menari

Dalam presentasinya, Cecep menjelaskan untuk kedalaman 100 cm hingga 150 cm hanya ditemukan saluran dan kabel-kabel. Temuan artefak mulai pada kedalaman 150 cm hingga 190 cm.

"Kedalaman 150-190 cm tanah urukan terdapat artefak berupa fragmen keramik, tembikar, kaca, tulang sebagai bekas aktivitas masa lalu sebelum pembangunan area Thamrin atau sebelum 1960," demikian tertulis dalam bahan presentasi webinar dari Cecep seperti dikutip, Minggu (8/11/2020).

MRTMRT Foto: dok MRT

Setelahnya disebutkan pada kedalaman 200 cm tidak ditemukan artefak lagi serta sudah mulai mengeluarkan air. Untuk ekskavasi di sekitar Monas disebutkan adanya temuan yang kemungkinan dari penataan taman Monas pada tahun 1990-an.

"Sampai kedalaman 100-170 cm umumnya berupa tanah urukan, terdapat sisa struktur, temuan lepas fragmen keramik, logam, tanah liat, merupakan sisa aktivitas masa lalu sekitar lapangan Monas pra atau pasca Pembangunan Monas. Tidak ditemukan lagi struktur masif tinggalan bangunan sebelum penataan Monas 1960-an," imbuhnya.

Lalu bagaimana kelanjutan pembangunan MRT?

Selanjutnya
Halaman
1 2