PK Brigjen TNI Teddy Ditolak, Prado hingga Ducati Monster Dirampas Negara

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 11:03 WIB
Poster
Foto ilustrasi korupsi. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Peninjauan kembali (PK) Brigjen Teddy Hernayedi ditolak Mahkamah Agung (MA) sehingga tetap dihukum penjara seumur hidup karena terlibat korupsi anggaran alutsista 2010-2014 ratusan miliar rupiah. Buat apa saja uang itu?

Berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang dikutip detikcom, Selasa (10/11/2020), sebagian uang hasil korupsi dipakai Teddy untuk membiayai gaya hidup mewahnya. Oleh sebab itu, kekayaan yang dibeli dari hasil korupsi pun dirampas negara lagi.

Sebagaimana diketahui, jabatan terakhir Teddy adalah Direktur Keuangan TNI AD/Kepala Bidang Pelaksana Pembiayaan Kementerian Pertahanan. Pada jabatan itu, Teddy mengutak-atik anggaran pertanahan negara.

Belakangan terungkap, Teddy melakukan korupsi anggaran alutsista 2010-2014. Seperti pembelian jet tempur F-16 dan helikopter Apache. Pimpinan TNI kemudian menyelidiki kasus itu dan mendudukkan Teddy di kursi pesakitan.

Awalnya, Teddy hanya dituntut 12 tahun penjara. Namun, Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menjatuhkan hukuman seumur hidup. Hukuman itu dikuatkan hingga kasasi. Jenderal bintang satu itu terbukti terlibat korupsi sehingga merugikan negara ditaksir USD 12,4 juta.

Brigjen Teddy tidak terima dan mengajukan PK. Tetapi PK ditolak MA.

"Tolak," demikian bunyi amar singkat putusan PK. Permohonan PK Teddy terdaftar dengan nomor 11 PK/Mil/2020. PK Teddy diadili oleh ketua majelis Suhadi dengan anggota Andi Abu Ayyub Saleh dan Hidayat Manao. Vonis itu diketok pada 22 Oktober 2020.

Berikut ini daftar barang bukti kasus korupsi anggaran alutsista 2010-2014 yang dirampas untuk negara:

-Satu unit kendaraan Toyota Prado.
-Satu unit kendaraan Toyota New Camry 3,5 D AT.
-Satu unit Jetski Wave Runner FX Cruiser High Output merek Yamaha warna biru.
-Satu unit Jetski wave Runner XL 700 merek Yamaha warna putih/kuning.
-Sepeda motor Ducati Monster 1100 (CKD)
-Satu unit sepeda motor tipe Honda CBR 250 R.
-Rumah dan tanah di Gunung Putri, Bogor.
-Rumah dan Tanah di Town House Jalan Pasir Layu Bandung.
-Tanah seluas 8 ribu meter persegi di Ciwidey, Soreang, Bandung.

-Uang USD 74.230
-Uang Rp 500 juta.
-Uang Rp 1 miliar.
-Uang USD 12.325
-Uang USD 30.139.
-Uang USD 10 ribu.
-Uang Rp 20 juta.
-Uang 380 juta.
-Uang USD 699 ribu.

Simak juga video 'Korupsi Brigjen Teddy Momentum Revisi UU Peradilan Militer':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/aud)