Genjot SDM ASN, Pemprov Jatim Andalkan 'Si Bang Kodir' & 'Puspa Raja'

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 22:31 WIB
Pemprov Jatim
Foto: dok. Pemprov Jatim
Jakarta -

Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM ASN, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Command Center dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Khofifah juga sekaligus meluncurkan Aplikasi Pengembangan Kompetensi Mandiri (Si Bang Kodir) ASN dan Pusat Pembelajaran Jarak Jauh (Puspa Raja).

Si Bang Kodir merupakan aplikasi berbasis Android yang bisa diakses oleh setiap ASN melalui gawai. Aplikasi ini dibuat dalam rangka membantu proses Pengukuran Indeks Profesionalitas.

Setiap ASN berhak untuk mengikuti diklat pengembangan kompetensi sebanyak 20 JP. Si Bang Kodir juga memberi kemudahan kepada seluruh ASN dalam melakukan pengisian serta penghitungan Jam Pelajaran yang telah berhasil ditempuh oleh ASN dalam waktu 1 tahun.

Sementara itu Puspa Raja merupakan ruang broadcasting sebagai media untuk menyalurkan kreativitas serta inovasi Widyaiswara dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan metode daring dan e-learning.

Proyek lainnya yang juga diresmikan oleh Khofifah adalah Command Center dan PPID yang merupakan bangunan lama dan pernah difungsikan sebagai Ruang Widyaiswara, Ruang Kelas dan Perpustakaan. Dalam command center tersebut terdapat fasilitas Ruang Command Center, Puspa Raja, dan PPID.

Gedung ini nantinya akan dijadikan pusat data dan informasi terkait pengembangan kompetensi ASN yang dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi penunjang yaitu, PAWON (Pelayanan Administrasi WI Online), e-Learning, e-Registrasi, SI-PEKAD (Penjadwalan Kediklatan), Si Bang Kodir (Pengembangan Kompetensi Mandiri).

Khofifah pun menjelaskan kualifikasi kompetensi ASN merupakan kebutuhan yang mendesak. Sebab, sangat banyak dinamika yang harus diantisipasi dengan sesuatu yang programatik dan sistemik.

Karena itu, Mantan Mensos RI ini menjelaskan ASN di lingkungan Pemprov Jatim dituntut harus dinamis, inovatif, kreatif, serta ada improvement di dalamnya. Terutama dalam membreakdown RKPD dan Nawa Bhakti Satya dalam program nyata yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kalau tidak ada proses penguatan kompetensi, saya khawatir mereka merasa tidak ada sesuatu yang mereka harus lakukan lompatan perubahan," ungkap Khofifah dalam keterangan tertulis, Senin (9/11/2020).

Menurut Khofifah, melalui Command Center yang baru saja diresmikan, ASN bisa menginput kompetensi yang sudah didapatkan. Sehingga kualifikasi dari postur ASN di lingkungan Pemprov Jatim lebih mudah diakses dan dipetakan.

"Pada posisi seperti ini ada kebutuhan yang harus diantisipasi baik melalui respon secara digital maupun manual. Maka ada command center di dalamnya. Mereka bisa menginput sendiri kompetensi yang sudah didapatkan. Apakah mereka mengikuti training, pembelajaran apa saja dan sebagainya. Hal ini akan sangat menentukan kualifikasi ASN yang ada di Pemprov Jatim," ujar Khofifah.

Lebih lanjut disampaikannya, program-program yang dimiliki BPSDM Jatim bisa menjadi langkah antisipasi yang terencana secara sistemik dan programatik dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi ASN. Sebagai contoh, pelatihan peningkatan kompetensi untuk Pejabat Administrator atau setara eselon III yang saat ini sedang kita lakukan.

"Mereka yang meramu program, dapurnya Pemprov ada di eselon III. Selanjutnya berada dalam koordinasi Kepala OPD, Kepala Badan atau eselon II," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga mengapresiasi program International Training Class yang dilaunching BPSDM Jatim. Program ini merupakan inovasi yang disiapkan untuk menjadikan Jatim Go Global.

Dicontohkan, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) ini bisa meningkatkan produktivitas budidaya sapi di Jatim. Bahkan BBIB menunjang swasembada daging di Jatim. Dalam hal ini, Pemprov Jatim akan menjadi bagian penting melakukan sinergi dengan BBIB mengingat BBIB merupakan UPT Kementan.

Gubernur Khofifah juga melakukan penanaman pohon di lingkungan BPSDM Jatim. Saat yang bersamaan BPSDM Jatim juga menerima Sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2015.

(prf/ega)