Jurus Jatim Jadi Provinsi dengan Kasus COVID-19 Terendah Ke-2 di RI

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 11:19 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meyakini kasus aktif di Jawa Timur akan terus menurun dengan upaya terus menurunkan pertambahan kasus baru dan peningkatan kasus sembuh.
Foto: Dok. Pemprov Jatim
Jakarta -

Jawa Timur kini menempati urutan kedua sebagai provinsi dengan kasus aktif COVID-19 terendah se-Indonesia. Per Minggu (8/11), persentase kasus aktif COVID-19 di Jawa TImur adalah 3,95 persen. Adapun posisi pertama ditempati oleh Provinsi Gorontalo.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meyakini kasus aktif di Jawa Timur akan terus menurun dengan upaya terus menurunkan pertambahan kasus baru dan peningkatan kasus sembuh.

"Suksesnya proses menangani bencana, termasuk pandemi ini adalah bencana nonalam, adalah dengan pendekatan pentahelix. Bagaimana kampus, media, masyarakat, privat sector dan juga pemerintah melakukan kerja sama agar semua nyekrup dalam satu langkah penanggulangan bencana," kata Khofifah dalam keterangan tertulis, Senin (9/11/2020).

Saat ini kasus aktif COVID-19 atau masyarakat Jawa Timur yang tengah dirawat karena terpapar COVID-19 ada 2.162 orang dari total kumulatif kasus 54.631 per 8 November 2020 malam.

Sementara itu, tingkat kesembuhan kasus COVID-19 (case recovery rate) Jatim juga terus naik di angka 88,91 persen, dengan kumulatif kasus sembuh sebanyak 48.570 kasus. Angka persentase kesembuhan COVID-19 Jatim ini juga berada jauh di atas recovery rate nasional yaitu 84,14 persen.

Dalam upaya penguatan pendekatan pentahelix, Khofifah menyampaikan ia sempat gowes bersama para dokter, civitas akademika Fakultas Kedokteran Unair, termasuk dekan FK UNAIR bersama penyintas COVID-19. Mereka melakukan gowes bersama keliling Kota Surabaya dalam rangka sosialisasi 3M di rangkaian peringatan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Unair ke-107.

Dengan menempuh rute sepanjang 10 km, dimulai dari FK Unair Jl. Prof. Moestopo, Khofifah gowes menuju ke Pasar Karang Menjangan, Pasar Menur dan Pasar Manyar. Di sela-sela aktivitas gowes, rombongan ini juga aktif membagi-bagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat serta membagikan sembako kepada tukang becak, ojek online, PKL, petugas kebersihan, dan masyarakat kurang mampu.

Bahkan, untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, mantan Menteri Sosial RI itu singgah juga singgah di M Radio di Jl. Ngagel Jaya Utara. Melalui program Siaran Pagi, Khofifah mengabarkan situasi dan kondisi terkini COVID-19 di Jatim.

"Perguruan tinggi, tenaga kesehatan, juga masyarakat adalah faktor penting untuk bersama-sama melawan COVID-19 dengan menjalankan masing-masing peran dan kontribusinya," tegasnya.

Peran yang dimaksud yaitu masyarakat aktif terus menegakkan protokol kesehatan untuk menurunkan pertambahan kasus, dan nakes termasuk dokter terus meningkatkan angka kesembuhan. Dengan begitu, lanjutnya, secara bertahap kasus aktif COVID-19 akan terus menurun dan pandemi COVID-19 pun akan berakhir di Jawa Timur.

"Berdasarkan update dari satgas COVID-19 pusat, Jawa Timur telah bebas dari zona merah sejak enam minggu lalu, dan kini 25 kabupaten kota sudah masuk zona oranye, dan 15 kabupaten kota lain sudah zona kuning. Bismillah kita terus melakukan upaya agar Jawa Timur bisa bergerak menjadi zona hijau yang bebas dari risiko penyebaran COVID-19," ujar Khofifah.

Ia juga tak lupa untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat agar tidak lengah dan kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. Meskipun kondisi COVID-19 terus menurun, tetapi masyarakat harus tetap diberikan edukasi agar pengendalian bisa dilaksanakan secara menyeluruh.

"Kami berterima kasih kepada FK Unair yang telah melahirkan para dokter yang telah berjuang untuk memberikan layanan kesembuhan bagi para pasien dan masyarakat sehingga banyak yang telah sembuh dan sehat beraktivitas seperti semula. Kepada seluruh dedikasi para dokter yang telah gugur semoga diterima seluruh amal dan dedikasinya dalam merawat masyarakat dan khilafnya diampuni Allah," pungkasnya.

(akn/ega)