Soal Napoleon Disebut Minta Rp 7 M untuk Petinggi, Ini Respons Polri

Kadek Melda L - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 16:27 WIB
Polda Metro Jaya menggelar rilis operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum yang diduga melakukan praktik pungli pada gerai SIM dan layanan SIM keliling di beberapa lokasi di Jakarta. Rilis berlangsung di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/10/2016).
Foto: Brigjen Awi Setiyono (Rachman Haryanto)
Jakarta -

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte disebut oleh jaksa meminta uang Rp 7 miliar kepada Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra untuk dibagi kepada petingginya. Polri menegaskan keterangan Napoleon belum terbukti benar.

"Itu buktinya belum ada. Yang ada itu adalah bukti ada aliran dana bahwasannya Djoko S Tjandra memberikan uang melalui ini, melalui ini," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Senin (9/11/2020).

Awi menegaskan keterangan, baik itu saksi maupun terdakwa, harus dapat dibuktikan. Dia mempertanyakan bukti terkait duit Rp 7 miliar untuk petinggi Napoleon.

"Kalau orang ini ngakunya untuk ini, untuk itu, pengakuannya dia kan. Kan itu semua harus dibuktikan. Sekarang tugasnya polisi membuktikan tadi alirannya Djoko Tjandra tadi. Yang untuk itu yang katanya untuk ngomong ke petinggi, buktinya mana, itu yang belum terungkap," tegas Awi.

Lebih lanjut, Awi enggan menanggapi lebih jauh mengenai keterangan Napoleon soal Rp 7 miliar untuk petinggi Polri. Dia meyakini kebenaran akan terungkap di persidangan.

"Bukan terungkap, malah itu belum terungkap. Kalau terungkap, berarti kan ada buktinya. Pada intinya kan sudah saya bilang, sudahlah biarkan persidangan berjalan, nanti kan fakta-fakta persidangan akan muncul sendiri," tuturnya.

Polri sebelumnya juga telah menanggapi pernyataan terkait uang Rp 7 Miliar yang diminta Napoleon untuk petinggi. Polri menjelaskan dakwaan jaksa tersebut memang tidak ada di dalam berita acara pemeriksaan (BAP) milik Napoleon, melainkan tercantum di BAP tersangka lain.

"Kalau ditanya NB, NB itu di BAP tidak ada yang menyatakan. NB itu di BAP tidak ada yang menyatakan uang untuk petinggi, tetapi keterangan tersangka lainnya yang ada," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/11)

Awi menyebut, hingga kasus ini bergulir ke pengadilan, Napoleon tak pernah mengakui perbuatannya dalam meminta jatah suap untuk petinggi Polri. Untuk itu, Polri mengatakan tidak mengejar pengakuan dalam membuktikan dugaan adanya aliran dana dalam kasus ini, melainkan membuat konstruksi hukumnya.