Beredar Penerbangan Internasional Bali Dibuka Desember, Sekda: Masih Kajian

Angga Riza - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 13:07 WIB
Sekertaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra
Foto: Sekertaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. (Angga Riza-detikcom)
Denpasar -

Beredar pesan berantai melalui WhatsApp berisi undangan rapat wacana pembukaan penerbangan international dari dan ke Bali akan dibuka. Dalam undangan tersebut terdapat poin pembahasan yang berbunyi penerbangan international dari dan ke Bali akan dibuka 1 Desember.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menjelaskan pembukaan penerbangan internasional dari dan ke Bali masih dalam kajian. Menurutnya, belum ada keputusan terkait pembukaan penerbangan internasional itu.

"Belum tentu itu baru kajian-kajian ya baru kajian-kajian yang melakukan kajian ini kan nanti melaporkan kepada Pak Gubernur kepada Pemerintah Pusat itu baru tingkat kajian di antara pejabat menengah ke bawah belum menjadi keputusan para pimpinan," kata Dewa Made Indra kepada wartawan di DPRD Provinsi Bali, Senin (9/10/2020).

Sebab, Made Indra memaparkan kesiapan juga perlu dilihat sebelum pembukaan penerbangan. Sebab, jangan sampai kasus COVID-19 justru meningkat.

"Begini persoalannya tidak bersedia atau bersedia kalau bersedia kalau boleh minta kan sudah dari dulu kita buka kalau Pemprovnya kan karena ini penting untuk menggerakkan perekonomian kita, tapi pemerintah pusat kan mengevaluasi tingkat kesiapan kita, jangan sampai tingkat kesiapan kita jangan sampai ketika dibuka lalu terjadi eskalasi kasus yang meningkat maka kita dapatkan bukan manfaat tapi kerugian," tambah Indra.

Sementara itu, kajian-kajian dari pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan untuk mematangkan kesiapan. Nantinya setelah tim melakukan kajian akan melaporkan kepada pimpinan daerah dan juga presiden.

"Karena itu maka persiapan kita matangkan terus, lalu tim pemerintah pusat kan terpadu ini ada dari Kemenkes ada dari BNPB ada dari Kemenlu kemudian ada juga dari Kemenkumham semuanya ini melakukan kajian ini komprehensif iya kan. Nanti itu baru dibawa ke level pimpinan kalau di daerah kan Pak Gubernur, di pusat mungkin Pak Presiden pada waktunya para pimpinan pemerintah akan bertemu untuk menyampaikan ini tapi yang tadi baru kajian ya," ujar Indra.

(idh/idh)