Artefak di Jalur Pembangunan MRT Thamrin-Kota dari Tanah Urukan

Antara - detikNews
Minggu, 08 Nov 2020 15:39 WIB
Jakarta -

Temuan artefak di jalur MRT Jakarta Fase 2A Thamrin-Kota tidak menghambat proses pembangunan. Artefak yang ditemukan disebut bukan asli dari lokasi-lokasi yang telah diekskavasi.

"Secara umum kedalaman (eskavasi) ada beberapa temuan di 100-150 sentimeter. Tapi mendekati 2 meter itu sudah tidak ada artefak," kata R Cecep Eka Permana dalam webinar yang diadakan oleh MRT Jakarta bertajuk 'Pelestarian Cagar Budaya Selama Konstruksi MRT Jakarta Fase 2' pada Kamis, 5 November lalu, seperti dilansir Antara, Minggu (8/11/2020).

Cecep merupakan Ketua Tim Eskavasi untuk Pembangunan Stasiun MRT Thamrin dan Monas. Dia menyebut artefak yang paling banyak ditemukan adalah pecahan keramik, botol, tembikar, dan beberapa sisa tulang-tulang bukan berasal dari lokasi itu.

"Itu merupakan hasil urukan," kata Cecep.

Cecep membeberkan secara umum pecahan genteng, pecahan tegel, kerang, dan keramik yang ada berasal dari urukan. Pada era 1960-1980, area yang saat ini menjadi kawasan Kebon Sirih dan Monas merupakan tanah rendah yang harus diuruk sehingga menjadi setinggi saat ini.

Meski demikian, ada beberapa temuan menarik dalam ekskavasi yang diketuai oleh Guru Besar Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia itu. Salah satunya di dekat Tugu Jam Thamrin yang sudah dibangun sejak 1969, ditemukan beberapa struktur lapisan tanah dan aspal yang berubah karena penyesuaian selama setengah abad terakhir.

"Kami lihat bagaimana tadinya ada halamannya berupa lingkaran besar menjadi kecil itu terlihat di beberapa lapisan tanah dan lapisan aspal itu bisa terlihat," katanya.

"Jadi kita dalam ekskavasi ini bisa menceritakan kembali bagaimana proses yang terjadi pada kondisi sekarang sampai sebelumnya dari temuan itu," kata Cecep.

Selain di dekat Tugu Jam Thamrin, Cecep dan tim menemukan temuan menarik berupa struktur bangunan taman di kawasan Monas Barat. Meski demikian, menurutnya, pembangunan MRT Fase 2A ini tetap aman untuk dilanjutkan.

"Kita sempat temukan ada beberapa struktur di Monas, ini sempat kami diskusi panjang untuk penanganannya. Tapi kelihatannya itu bekas pembangunan penataan Taman Monas pada awal 1980-an sehingga aman jika pembangunan MRT dilanjutkan," ujar Cecep.

Tonton juga 'Penumpang MRT Terus Naik di Masa PSBB Transisi':

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/dhn)