Round-Up

Kontroversi Masyumi Reborn Deklarasi Gegara PKS Tak Tampung PA 212

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 08 Nov 2020 07:15 WIB
Jakarta -

Deklarasi Masyumi Reborn disebut dilatarbelakangi oleh tak tertampungnya Persaudaraan Alumni (PA) 212 oleh PKS. Alasan ini pun kemudian memicu kontroversi.

Partai Masyumi diketahui sempat dibubarkan di era presiden pertama RI Sukarno. Deklarasi dipimpin tokoh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Cholil Ridwan.

Penandatanganan deklarasi Partai Masyumi digelar di aula Masjid Furqon, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2020). Acara ini juga digelar via telekonferensi.

"Kami yang bertanda tangan di bawah ini, ketua badan Bapak KH Ahmad Cholil Ridwan," ujar pemandu acara.

Seusai penandatanganan secara simbolis, Ahmad Cholil memberikan pidato politik dan menyinggung soal kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Ia juga berbicara tentang ormas Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Cholil menyinggung posisi Menteri Agama serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, biasanya kursi Menag selalu diberikan kepada perwakilan NU dan Mendikbud kepada perwakilan Muhammadiyah. Tetapi kali ini berbeda di era Jokowi.

Cholil juga menyinggung PKS. Cholil mengaku, kala sakit dan dijenguk senior PKS Hidayat Nur Wahid, ia meminta PKS menampung massa 212 dan eks Partai Bulan Bintang (PBB). Menurut Cholil, masukannya tidak didengarkan PKS.

"Insyaallah Masyumi satu-satunya yang menjadi tumpuan kita karena kita pernah berdiskusi dengan Hidayat Nur Wahid ketika saya sakit, ngobrol 2 jam dan saya minta PKS menampung massa 212, massa eks PBB, beliau berpikir lama, akan musyawarah, akhirnya sekarang tidak ada kabar. Maka saya berkesimpulan PKS tidak bersedia menampung massa umat Islam 212 dan mantan aktivis PBB," katanya.

"Tidak ada jalan lain, kita mendirikan Partai Masyumi yang dulu pernah berjaya," imbuhnya.

Apa kata PKS? Silakan klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2