5 Moge Klub Harley Pengeroyok TNI di Bukittinggi Diduga Bodong

Jeka Kampai - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 13:28 WIB
Bukittinggi -

Kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga dilakukan anggota klub motor besar (moge) Harley-Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter terhadap dua prajurit TNI di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, masih menyisakan cerita. Polisi menemukan adanya lima moge yang tidak memiliki surat-surat resmi, tidak memiiki STNK dan diduga bodong.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara mengatakan ada lima moge milik Harley-Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung yang terseret kasus pengeroyokan TNI di Bukittinggi dicurigai tanpa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) alias bodong.

"Lima motor tersebut, termasuk 19 moge lainnya milik anggota HOG Siliwangi Bandung, masih ditahan di Polres Bukittinggi," kata Dody kepada wartawan dalam keterangan pers di Mapolres, Sabtu (7/11/2020).

"Status kendaraan saat ini, dari kuasa hukum menitipkan ke kepolisian. Kecuali ada lima kendaraan yang dicurigai tidak dilengkapi STNK. Jadi akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut," tambah dia.

24 moge milik HOG Siliwangi Bandung ini terdiri dari 21 jenis Harley Davidson, 2 Yamaha X Max dan 1 KTM 1200.

Polres Bukittinggi merilis kasus anggota klub Harley-Davidson mengeroyok prajurit TNI.Polres Bukittinggi merilis kasus anggota klub Harley-Davidson mengeroyok prajurit TNI. (Jeka Kampai/detikcom)

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu menyebut penyelidikan lima moge yang dicurigai tanpa STNK ini akan dilakukan bekerja sama dengan Dirkrimsus Polda Sumbar. Puluhan moge ini akan dipindahkan ke markas Polda Sumbar untuk diamankan sembari dilakukan penyelidikan.

Bagaimana pengeroyokan itu terjadi?

Selanjutnya
Halaman
1 2