Gugat Setya Novanto Rp 2 T, Fredrich Minta Ganti Rugi karena Dipenjara

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 16:20 WIB
Mantan kuasa hukum terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto, Fredrich Yunadi menjalani sidang pembacaan putusan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018). Majelsi hakim memutuskan memberikan hukuman kepada Fredrich 7 tahun penjara denda 500 juta rupiah dan subsider 5 bulan penjara. Grandyos Zafna/detikcom
Fredrich Yunadi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menggugat Setya Novanto dan istri Novanto, Deisti Astriani, karena kurang dalam pembayaran fee pengacara. Selain itu, Fredrich menggugat Novanto karena dia dipenjara buntut menangani kasus kliennya tersebut.

"Jadi, dengan dia itu terpidana, dia itu kehilangan jasa profesi," ujar pengacara Fredrich, Rudy Marjono, saat dimintai konfirmasi, Jumat (6/11/2020).

Oleh karena itu, dalam petitum permohonannya, Fredrich menggugat Novanto dan Deisti senilai Rp 2 triliun, jumlah itu tergabung dari kerugian materiil dan imateriil. Adapun kerugian materiil adalah kerugian fee pengacara dan immaterial adalah kerugian karena dia dipenjara.

Berikut ini rincian kerugian yang disebut dalam petitum permohonan Fredrich:

- Kerugian Materiil:
A. 14 Legal Action (upaya hukum) x Rp 2.000.000.000 per-Legal Action (tiap upaya hukum) = Rp 28.000.000.000 Rp 1.000.000.000 yang sudah dibayar = Rp 27.000.000.000 (Rp 27 miliar)

B. 2% x Rp 27.000.000.000 (Rp 27 miliar) per bulan bilamana dihitung dengan nilai investasi suku bunga bank, terhitung sejak somasi disampaikan dan diterima Tergugat I pada bulan Oktober 2019 hingga putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap ;

- Kerugian imateriil:

Total Rp. 2.256.125.000.000 dari perincian:

a. 1 bulan pidana kurungan = Rp 62.500.000 x 90 (sembilan puluh) bulan (total masa pidana kurungan PENGGUGAT) = Rp 5.625.000.000

b. Uang tunai pembayaran denda sebesar Rp 500.000.000
c. Kehilangan pemasukan nafkah sebesar Rp 25.000.000.000 per bulan x 90 = Rp 2.250.000.000.000

"Kalau gitu per bulan berapa itu ketemu sekian sebulan. Kedua, bilamana nilai relasi per bulan berapa persen itu ketemunya, pokoknya total Rp 2 triliunan. Masalah (jumlah pasti) berapa-berapanya yang pasti itu tergantung hakim juga," jelas Rudy.

Terkait masalah ini, pengacara Novanto, Maqdir Ismail, sudah dihubungi. Namun dia belum mau memberikan komentar.

Diketahui, Fredrich merupakan mantan pengacara Setya Novanto dalam kasus proyek e-KTP. Fredrich di sini juga merupakan terpidana karena merintangi penyidikan KPK atas kasus Setya Novanto.

Namun, di tengah-tengah perkara berjalan, Novanto mencabut kuasa hukum Fredrich. Hingga sidang vonis kasus proyek e-KTP dan saat mengajukan PK, Novanto didampingi oleh Maqdir Ismail.

Seperti apa petitum permohonan gugatan Fredrich ke Novanto? Simak di halaman selanjutnya. >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2