Alat Rapid Test Bekas Dibuang di Bekasi, Begini Prosedur Buang Limbah Medis

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 19:45 WIB
Limbah medis diduga bekas tes COVID-19 dibuang di pinggir jalan di Bekasi
Limbah medis, di antaranya alat rapid test bekas dibuang di pinggir jalan di Bekasi (dok.istimewa)
Bekasi -

Limbah medis berupa alat rapid test bekas hingga alat pelindung diri (APD) dibuang di pinggir jalan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Lantas bagaimana prosedur membuang limbah medis yang benar?

"Aturannya klinik itu sebelum diperiksa izin dia sudah punya kerja sama dengan pihak ketiga yang mengangkut limbah medis dan pembakaran limbah medis. Jadi sistemnya sudah seperti itu, kalau aturannya ya limbah medisnya diangkut oleh pihak yang kerja sama itu tadi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Maniarti ketika dihubungi, Kamis (5/11/2020).

Pihak ketiga itu, kata Sri, yang bertanggungjawab membuang limbah medis ke tempat yang sudah ditentukan. Tempat itu harus memiliki standar serta berbagai fasilitas untuk memusnahkan limbah medis. Salah satunya yakni incinerator.

"Kan nanti harus dibakar, ada beberapa area yang memiliki incinerator besar ya di sana, jadi ada pengelolaan limbahnya," ungkap Sri.

Incinerator merupakan mesin pembakar dengan suhu tinggi yang dalam waktu relatif singkat mampu membakar hingga jadi abu barang-barang organik. Limbah medis itu akan dihanguskan dengan suhu tinggi.

Sri mengatakan Kabupaten Bekasi tidak memiliki perusahaan yang mengelola limbah medis. Nantinya, limbah medis di Bekasi akan dikirim ke salah satu perusahaan pengelola limbah medis di Karawang.

"Di luar (Bekasi), di Karawang," turur Sri.

Bagaimana awalnya limbah medis itu dibuang di jalanan Bekasi? (Simak di halaman berikutnya)