Ibu Hamil di Sumut Ditangkap Gegara Jual Ganja, Beralasan Suami Nganggur

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 18:37 WIB
Polisi tangkap ibu hamil di Sumut gegara jual ganja (dok. Istimewa)
Polisi tangkap ibu hamil di Sumut gegara menjual ganja. (Foto: Istimewa)
Mandailing Natal -

Seorang ibu hamil berinisial LR (29) ditangkap polisi di Mandaling Natal, Sumatera Utara (Sumut). LR diciduk karena diduga menjual ganja.

"LR diringkus personel Satres Narkoba Polres Madina pada Selasa (27/10) di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan," kata Kasat Narkoba Polres Madina AKP Manson Nainggolan kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Manson, yang ikut dalam penangkapan tersebut, mengatakan ada 3,1 Kg ganja kering yang ditemukan. Ganja itu disebut disimpan dalam tas dan akan dijual di Sibolga.

"Setelah kita mengumpulkan informasi dari masyarakat, kita menuju lokasi dan personel melakukan penggerebekan. Kita menemukan 3,1 kg ganja yang disimpan di dalam tas yang akan diedarkan ke Kota Sibolga," sebut Manson.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan mendapat informasi dugaan pelaku lain yang membawa ganja dari arah Padangsidimpuan menuju Panyabungan. Polisi kemudian menangkap orang bernama JU (23) dengan barang bukti 15,1 kg ganja.

"Setelah mendapat informasi dari tersangka pertama, selanjutnya polisi melakukan penggeledahan di angkutan tersebut, personel berhasil menemukan 15 bal ganja kering dengan berat 15,1 kg yang dibawa oleh JU (23). Dari keterangan JU, ganja akan diedarkan ke Provinsi Sumatera Barat," sebut Manson.

Menurut keterangan LR, dia mengaku sudah dua kali melakukan pekerjaan haram itu. Dia beralasan sedang hamil dan suaminya sedang tidak ada pekerjaan.

"Suami saya sedang menganggur, anak saya empat orang. ini saya lagi mengandung 3 bulan, anak kelima," ujar LR.

Ganja itu akan dibawa dan diedarkan di Kota Sibolga. Ganja tersebut dibeli LR seharga Rp 250 ribu per kg dan akan dijual di Sibolga seharga Rp 400 ribu per kg.

LR dan JU ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 111 ayat 2 subs Pasal 115 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

(haf/haf)