Dipecat karena Tuduhan Perkosa Caleg, Ketua KPU Jeneponto Ajukan Banding

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 13:36 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi pemerkosaan (Foto: dok. iStock)
Makassar -

Baharudin Hafid kehilangan jabatan Ketua KPU Jenepento karena dinyatakan melanggar kode etik, yaitu memperkosa caleg wanita. Tak terima dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Baharuddin akan mengajukan banding ke PTUN.

"Saya bersama pengacara saya akan ke PTUN untuk langkah hukum," kata Baharuddin kepada detikcom, Kamis (5/11/2020).

Baharuddin mengatakan langkahnya ini dilakukan setelah dia melihat kesaksiannya di DKPP tidak didengarkan. Padahal dirinya telah memberikan kesaksian secara lisan dan tulisan atas laporan yang dilayangkan kepadanya.

"Penjelasan saya tidak diindahkan oleh DKPP," ungkapya.

Baharuddin juga mengatakan bahwa PD sebagai pelapor adalah istri sirinya. Hal ini yang membuatnya menyanggah tudingan bahwa dirinya melakukan pemerkosaan kepada caleg asal Partai Perindo itu.

"Orang ini istri saya, di mana logikanya. Tidak ngerti saya lagi," ujarnya.

Pada kasus ini DKPP RI memecat Baharuddin Hafid karena dinilai melakukan telah memperkosa seorang wanita inisial PD. Wanita tersebut merupakan calon anggota legislatif (caleg) Dapil IV DPRD Provinsi Sulsel.

Pemecatan Baharuddin diputuskan dalam rapat pleno tujuh anggota DKPP dengan ketua merangkap anggota Muhammad serta anggota Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, Ida Budhiati, Pramono Ubaid Tanthowi, dan Mochammad Afifudin.

Putusan dengan Nomor: 96-PKE-DKPP/IX/2020 dan Nomor: 104-PKE-DKPP/X/2020 itu kemudian dibacakan dalam sidang kode etik terbuka untuk umum di Jakarta pada Rabu (4/11/2020) dan diteken anggota DKPP Alfitra Salam, Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, dan Ida Budhiati.

(fiq/aud)