Anggota DPR: Unggahan Badru soal Ibu Hamil Ditandu Positif, Tak Langgar UU ITE

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 12:07 WIB
Abdul Kadir Karding
Abdul Kadir Karding (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB Abdul Kadir Karding menilai unggahan pria asal Lebak, Banten, bernama Badru soal foto ibu hamil ditandu di jalan rusak adalah unggahan yang positif. Unggahan itu dinilainya justru memberikan informasi kepada pemerintah terkait kerusakan fasilitas di daerah.

"Menurut saya, posting-an Badru itu posting-an yang baik, positif saja. Dan sebaiknya memang medsos itu digunakan untuk hal-hal seperti itu, membangun kritik kepada pemerintah, kemudian membangun edukasi, informasi, dan lain sebagainya," kata Karding kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Menurut Karding, pemerintah desa setempat tidak perlu marah atas unggahan Badru. Adalah tindakan yang tidak bijak, kata Karding, jika Badru harus menginap dua hari di kantor polisi akibat unggahannya itu.

"Ini menurut saya bentuk kritik yang positif. Menurut saya, kepala desa tidak perlu marah, justru dialihkan menjadi hal-hal yang positif. Dan tindakan untuk membui dua hari menurut saya tindakan yang tidak bijak dan tidak ada bukti hukum yang menyertai perbuatan Badru tersebut," ujarnya.

Karding menyebut unggahan Badru juga tidak melanggar UU ITE. Karena itulah, menurutnya, masalah ini tidak perlu sampai dibawa ke ranah hukum.

"Jadi menurut saya, tidak perlu dipersoalkan secara hukum, karena itu juga saya yakin tidak melanggar UU yang terkait dengan ITE, ya," tutur Karding.

Sebelumnya diberitakan, Badrudin atau Badru, pria asal Lebak, Banten, harus menginap selama dua hari di markas polisi. Gara-garanya, ia mem-posting foto seorang ibu hamil ditandu warga yang berjalan beberapa kilometer karena jalan rusak. Ia dibawa kepala desa ke kantor polisi lantaran dinilai mencemarkan nama baik.

Badru mem-posting video dan foto proses evakuasi ibu hamil itu di akun Facebook (FB) miliknya, Badry Aliansyah. Ia menuliskan bahwa selama 75 tahun merdeka tapi belum merasakan akses infrastruktur yang layak. Akibat jalan yang buruk, seorang ibu bahkan harus ditandu pakai bambu dan dibungkus sarung.

Selanjutnya
Halaman
1 2