Round-Up

Tafsiran Penghargaan untuk Gatot Nurmantyo Tak Berarti Rangkul Lawan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 20:01 WIB

PPP: Pemberian Bintang Jasa Tak Perlu Ditafsirkan Perangkulan Lawan Politik

PPP menilai pemberian penghargaan Bintang Mahaputera kepada Gatot Nurmantyo oleh Presiden Jokowi itu tak perlu dianggap sebagai langkah merangkul lawan politik.

"Bintang jasa sudah biasa diberikan kepada tokoh-tokoh yang berjasa bagi bangsa dan negara sehingga tidak perlu ditafsirkan sebagai perangkulan terhadap lawan politik," kata anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Bintang Mahaputera diberikan kepada sosok yang memiliki jasa terhadap Tanah Air. Tamliha menilai ada dua tafsir publik soal pemberian penghargaan itu.

"Namun, jika betul Pak Jokowi memberikan penghargaan kepada Jenderal TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo, bisa saja publik menafsirkan dua hal," ucapnya.

Tafsir itu yakni soal Jokowi memiliki penilaian yang proporsional. Sedangkan tafsir publik lainnya adalah soal Gatot di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tak dipersoalkan.

"Pertama, Presiden Jokowi bersifat objektif terhadap kelebihan orang lain. Kedua, sikap Pak Gatot Nurmantyo termasuk sebagai deklarator KAMI tidak salah," imbuhnya.

PDIP: Bintang Jasa Diberikan November, Aneh!

Anggota Komisi I DPR RI F-PDIP, TB Hasanuddin, menilai pemberian penghargaan Bintang Mahaputera kepada Gatot Nurmantyo tak lazim dilakukan pada bulan November. TB Hasanuddin awalnya menjelaskan soal pemberian bintang jasa biasanya dilakukan pada Agustus.

"Sesuai aturan yang berlaku di negeri ini, sejak berdiri NKRI, kepala negara yang lalu memberikan tanda jasa dan bintang jasa kehormatan biasanya dilaksanakan sebelum Hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus setiap tahun," kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

TB Hasanuddin, yang pernah menjabat Sesmilpres Kemsetneg, mengatakan bulan November identik dengan pemberian gelar pahlawan kepada sosok yang berjasa kepada Indonesia. Diketahui, tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

"Sementara untuk gelar pahlawan diberikan sebelum tanggal 10 November dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Para pahlawan diberi gelar pahlawan setelah mereka meninggal atau gugur selama perjuangannya," ujar TB.

Oleh sebab itu, TB Hasanuddin menilai aneh jika Gatot Nurmantyo diberi Bintang Mahaputera pada November ini. Namun TB menegaskan tak mempersoalkan bintang jasa itu diberikan kepada Gatot Nurmantyo.

"Jadi aneh kalau ada seseorang yang mendapat tanda jasa atau bintang kehormatan pada bulan November ini," ucap TB.

"Aneh karena tak sesuai kebiasaan saja," imbuhnya.

Halaman

(aan/idn)