Sodorkan Bukti, Pengacara Minta Polisi Kembali Dalami Pemerkosaan Mahasiswi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 15:19 WIB
Wanita SN dan kekasihnya saat tiba di Polsek Panakkukang
Wanita SN saat diperiksa polisi terkait keterlibatannya dalam kasus mahasiswi diperkosa. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Polisi memastikan terbuka dan akan menerima bukti baru terkait kasus pemerkosaan mahasiswi EA (23) oleh sejumlah pria di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pengacara korban meminta polisi memproses bukti-bukti baru yang telah disodorkan pihaknya.

"Ya kalau soal misalnya koordinasi setelah ini-itu tetap kami akan lakukan. Cuma polisi jangan seolah-olah menunggu, seolah-olah dari kami," kata pengacara EA, Rezky Pratiwi, kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Rezky, yang juga Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, mengatakan sejumlah bukti yang cukup untuk menjerat SN sebagai tersangka telah diberikan kepada penyidik, yakni keterangan para tersangka, keterangan saksi korban, dan dokumentasi rekaman CCTV. Namun dia meminta polisi jangan seolah-olah hanya bisa menunggu koordinasi pihak korban untuk kemudian mengembangkan bukti-bukti yang ada tersebut.

"Padahal kan sebenarnya untuk mengembangkan, memperdalam, mengkaji lebih lanjut soal peran-peran orang-orang yang diduga melakukan perbuatan pidana itu kan ada di mereka," tutur Rezky.

Terlepas dari itu, Rezky menilai sejumlah bukti tersebut sudah cukup untuk menjerat SN sebagai tersangka lantaran SN disebut memenuhi Pasal 55, 56 KUHP, yaitu SN ikut membantu pidana pemerkosaan itu terjadi. Karena itu, Rezky mengaku bingung karena polisi belum menjerat SN.

"Pasal 55 dan 56 KUHP sudah memenuhi. Tinggal penyidik saja sebenarnya yang punya kewenangan, yang punya legitimasi. Untuk melakukan itu (menjerat SN) kan penyidik," tutur Rezky.

Selanjutnya
Halaman
1 2