ADVERTISEMENT

Penjelasan Utuh Gubernur Sumbar soal Pernikahan Anaknya dengan Protokol Kesehatan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 14:22 WIB
Gubernur Irwan Prayitno dalam syukuran Hari Bhayangkara ke-74 di Mapolda Sumbar, Rabu (1/7/2020).
Gubernur Irwan Prayitno (Sultan Jeka Kampai/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menegaskan pesta pernikahan atau Baralek Gadang anaknya yang akan dilangsungkan selama tiga hari itu bakal menerapkan protokol kesehatan dan telah diputuskan bersama dalam rapat panitia. Begini penjelasan utuh Gubernur Irwan.

Untuk diketahui, Pemko Padang mengeluarkan larangan bagi semua warga kota menggelar pesta pernikahan terhitung mulai 9 November. Sementara itu, Gubernur Irwan menggelar puncak hajatan pada 8 November atau sehari sebelum larangan itu berlaku.

Resepsi pernikahan, kata Irwan, akan dilangsungkan dengan aturan protokol COVID bagi para tamu undangan. Tamu tak diperbolehkan makan di tempat, panitia tidak menyediakan meja, tamu hanya diberi nasi kotak untuk dibawa pulang.

Berikut ini penjelasan utuh Gubernur Sumbar soal pernikahan anaknya dengan protokol kesehatan sesuai dengan rilis yang diterima detikcom:

Terkait banyaknya pemberitaan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno akan menggelar pesta pernikahan anaknya selama tiga hari berturut-turut di tengah pandemi Covid-19 pada tanggal 6-8 November 2020. Sebelumnya masyarakat Kota Padang dilarang mengadakan pesta pernikahan baik di gedung, Convention Center maupun di rumah mulai 9 November 2020.

Irwan Prayitno meluruskan, bahwa pihak keluarga telah berencana jauh hari untuk mengadakan pesta Nikah di tanggal 4,5,6 Desember sebelum adanya Pemerintah Kota Padang melarang mengadakan pesta pernikahan mulai 9 November 2020 mendatang. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Walikota Padang Nomor: 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha.

"Sebelumnya kami telah berencana acara pernikahan anak kami pada tanggal 4-6 Desember 2020, namun karena adanya surat edaran Walikota Padang yang melarang acara pernikahan mulai tanggal 9 November nanti. Maka kami sekeluarga sepakat untuk memajukan pada tanggal 6-8 November 2020," kata Irwan Prayitno usai pimpin Apel Bersama Ikrar Netralisasi ASN di lapangan kantor gubernur, Selasa (3/11/2020).

Irwan Prayitno menegaskan, tidak ada konspirasi terkait keputusan pemko Padang tersebut. Bahkan sempat undangan telah dicetak pada bulan Desember 2020.

"Jadi tidak benar, kalau kami melakukan konspirasi bersama pemko Padang. Karena ada SE Walikota itu, kami panitia kembali mengadakan rapat dan memutuskan untuk memajukan pernikahan anak kami," ucapnya.

Terkait pernikahan anaknya itu pada masa pandemi Covid-19, Irwan Prayitno menjelaskan pernikahan harus dilakukan sesuai aturan protokol kesehatan yang ketat.

"Jadi saya sebagai orang tua bertanggung jawab memberikan kesempatan untuk anak kami menikah, tapi pernikahan itu kita atur sesuai protokol kesehatan," tuturnya.

Rencananya resepsi pernikahan akan dilangsungkan dengan aturan protokol Covid bagi para tamu undangan yang datang . Dimana tamu tidak makan di tempat (makanan dibawa pulang), panitia tidak menyediakan meja, tamu hanya diberikan nasi kotak.

Kemudian untuk ucapan selamat kepada pengantin, tamu undangan diminta hanya memberikan salam santun tanpa bersentuhan.

Undangan dibuat 3 hari agar tidak terjadi kerumunan dan dibagi per jam kehadiran. Setiap undangan yang hadir memiliki jadwal yang berbeda.

Tidak hanya itu, Irwan Prayitno menegaskan, untuk pelaksanaan pesta itu akan diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Masker disediakan bagi yang tidak pakai masker, selanjutnya untuk hand sanitizer (cuci tangan) disediakan di beberapa titik tempat acara.

"Makanya pelaksanaannya dibagi tiga hari. Jadi, per hari dan per jam jumlah tamu dibatasi. Selain itu, protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat," ungkap Irwan.

(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT