Bima Arya Minta Jajarannya Benahi 6 Wilayah Per Tahun

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 12:09 WIB
Pemkot Bogor
Foto: dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta aparatur wilayah bersama jajaran dinas terkait membenahi kampung-kampung yang perlu mendapatkan sentuhan total untuk meningkatkan taraf hidup warganya. Khususnya, kata dia, pada bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

"Saya ingin betul apa yang sedang dilakukan di Kampung Cikeas ini menyebar ke semuanya. Menjadi inspirasi di wilayah-wilayah lain," ujar Bima dalam keterangan tertulis Rabu (4/11/2020). Hal itu ia ungkapkan usai memimpin briefing staff bersama jajarannya di Kampung Cikeas, Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor kemarin.

Dipilihnya rapat di Kampung Cikeas, lantaran wilayah ini sedang dilakukan pembenahan melalui pembangunan terpadu dalam program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). P2WKSS merupakan program peningkatan perempuan yang mempergunakan pola pendekatan lintas bidang pembangunan secara terkoordinasi yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga guna mencapai tingkat hidup yang berkualitas.

Meski begitu, Bima menegaskan kepada jajarannya kegiatan ini dilakukan bukan hanya untuk mendapat predikat juara saja, tapi juga tersistemik dan berlanjut. Sebab, hal itu yang sering kali menjadi titik kelemahan dalam pembangunan wilayah.

"Karena itu saya ingin titik ini menjadi pilot model kita, menjadi benchmark, melampaui P2WKSS. Ini adalah bagian dari janji kampanye. Bahwa penataan bukan hanya di pusat kota, tetapi juga di wilayah. Kita mulai di sini. Kita namakan ini benah kampung," jelas Bima.

"Ini juga bagian dari economic recovery, economic rebound kita di masa pandemi. Apa yang terjadi di sini akan dilihat dan akan menginspirasi kampung-kampung yang lain. Terutama para lurah di wilayah," imbuhnya.

Bima memberikan target kepada jajarannya untuk melakukan pembenahan kampung secara total sebanyak 6 wilayah setiap tahun.

"Jadi Cikeas ini contoh pertama, bukan hanya fisiknya tapi perekonomian, pendidikannya, kesehatannya, semuanya. Jadi pembenahannya itu menyeluruh bukan hanya sekedar lomba saja. Kampung cikeas ini kekuatan utamanya adalah ternak, perikanan dan perkebunan," jelas Bima.

Sementara itu, Lurah Katulampa Dicky Iman Nugraha mengatakan pembenahan Kampung Cikeas sudah berlangsung sejak awal tahun 2020. Hingga kini sudah hampir 95 persen pembangunan fisik selesai. Ia pun mengapresiasi partisipasi warga yang telah terlibat dalam program ini sehingga diharapkan bisa tumbuh rasa memiliki terhadap wilayahnya.

"Kampung Cikeas hanya terdiri dari 2 RT dengan jumlah penduduk 1.002 orang (244 KK), di mana 195 KK diantaranya merupakan keluarga miskin. Kita akan fokus ke depan untuk pemberdayaan masyarakatnya, jangan sampai pembangunan fisiknya bagus tapi masyarakatnya tidak sejahtera dan tidak sehat," ungkapnya.

"Kita sedang mencoba mengembangkan ternak burung puyuh dan ayam arab karena dari sisi ekonomi lebih ekonomis dan kualitas produksi lebih banyak. Jadi itu nanti akan kita kembangkan sehingga masyarakat punya penambahan sektor usaha yg baru dan penghasilan tambahan," pungkasnya.

(prf/ega)