Pemkot Bogor Pangkas 300 Pohon karena Rawan Tumbang

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 13:44 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan pengecekan pohon yang rawan tumbang
Foto: dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengimbau jajarannya dan masyarakat untuk tetap mewaspadai ancaman bahaya bencana hidrometeorologi atau bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung, dan pohon tumbang.

Sebelumnya, BPBD Kota Bogor mencatat 4 titik pohon tumbang terjadi pada Senin (2/11) di Jalan Juanda, Bogor Tengah; Jalan Ahmad Yani, Tanah Sereal; Jalan Dadali, Tanah Sereal; dan Tajur, Bogor Selatan. Bencana itu mengakibatkan 4 warga luka-luka, 1 unit mobil rusak, dan 1 unit rumah rusak.

"Semua korban karena kejadian pohon tumbang ditanggung pembiayaan perawatan oleh Pemkot Bogor," kata Bima dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2020).

Pernyataan ini disampaikan Bima ketika meninjau pemangkasan pohon rawan tumbang di Jalan Ahmad Yani bersama Bidang Pertamanan Disperumkim dan BPBD Kota Bogor. Ia mengatakan jajaran terkait telah berupaya mengantisipasi dengan melakukan pemangkasan dahan dan menebang pohon yang sudah rapuh.

"Sudah sekitar 300-an pohon ya di trimming (pemangkasan) oleh Bidang Pertamanan. Jadi langkah kita adalah dinas terkait ini keliling menyusuri pohon-pohon rawan," imbuhnya.

Menurutnya, pohon rawan terbagi menjadi dua kategori. Pertama adalah pohon yang terlihat kokoh di luar namun keropos di dalam, pohon ini bisa tumbang ketika ada diterjang angin. Kedua adalah pohon yang akarnya kuat belum keropos, tapi ranting-rantingnya tidak demikian. Pohon ini juga rawan patah menimpa orang ketika cuaca buruk terutama hujan dan angin.

"Di Bogor itu pohon kan ada KTP-nya, ada hijau, kuning, dan merah. Yang tadi patah itu statusnya kuning, memang hati-hati karena sudah mulai rapuh. Tetapi ada pohon juga yang statusnya merah yang akarnya sudah keropos. Yang merah sudah kita proses untuk di tebang semua," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Priyatna Syamsah mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap siaga lantaran musim hujan sudah tiba dan fenomena La Nina dapat berdampak buruk pada curah hujan disertai angin kencang. Pihaknya meminta warga untuk tidak berkendara atau melintas di titik rawan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

"Sebaiknya tidak berkendara saat terjadinya hujan dengan intensitas deras yang disertai petir. Jika terlanjur sudah berada di jalan atau sedang mengemudi, kemudian ada angin kencang, sebaiknya menepi ke tempat yang aman," katanya.

Priyatna menganjurkan untuk menepi dan berteduh di tempat aman, hindari di bawah pohon, tiang listrik, dan papan reklame. Selain itu, karena jarak pandang terbatas, berkendara di saat hujan deras dan angin kencang bisa membahayakan karena ancaman pohon tumbang/dahan patah atau baliho roboh. Saat berkendara dan melewati genangan air juga harus hati-hati, dikhawatirkan ada jalan yang berlubang.

"Dan ketika di rumah, matikan semua aliran listrik, dan peralatan elektronik saat terjadi hujan dengan intensitas deras yang disertai petir," pungkasnya.

(prf/ega)