Refly Harun Penuhi Panggilan Bareskrim terkait Ujaran Kebencian Gus Nur

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 11:22 WIB
Refly Harun Penuhi Panggilan Bareskrim terkait Ujaran Kebencian Gus Nur
Refly Harun Penuhi Panggilan Bareskrim (Foto:detikcom)
Jakarta -

Ahli hukum tata negara Refly Harun memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Refly bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur.

Pantauan detikcom, Refly tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2020) pukul 10.00 WIB. Refly mengenakan baju kemeja putih. Refly hadir dengan didampingi beberapa orang.

"Untuk didengar keterangannya sebagai saksi dalam perkara tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA dan atau membuat tulisan atau gambar untuk ditempatkan ditempelkan atau disebarluaskan ditempat umum atau tempat lainnya yang dapat dilihat atau dibaca oleh orang lain," kata Refly membacakan surat panggilan di hadapan wartawan.

Refly mengungkapkan pada pertengahan Oktober lalu, dirinya diajak Gus Nur untuk membuat konten video bersama yang biasa disebut kolaborasi. Dikatakan Refly, kolaborasi dirinya dengan Gus Nur di YouTube merupakan hal biasa yang sering dilakukan oleh para YouTuber lainnya.

Refly menuturkan, jika dalam konten video kolaborasi itu, dirinya bersama Gus Nur berbicara banyak hal. Refly menyampaikan, bahwa metode yang mereka gunakan dalam kolaborasi adalah saling bertanya yang diawali dari pertanyaan Gus Nur kepada dirinya.

Refly mengatakan, saat ini konten tersebut masih dalam proses penyidikan. Untuk itu dia meminta semua pihak agar tidak langsung menghakimi konten tersebut.

"Jadi begini, kontennya itu kita tidak boleh menjugement ya, konten kan masih dalam proses penyidikan itu konten ya. Jadi jangan ada seolah olah bahwa kontennya itu sudah pasti bersalah," tuturnya.

Refly juga menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku. Dia berharap proses hukum berjalan secara adil.

"Ya nanti serahkan pada proses saja yang penting kan prosesnya adil. Begini kan kita harus menghargai azas praduga tak bersalah jadi jangan juga kalian menganggap ini seolah-olah sudah salah. Proses kan baru dalam penyidikan sekarang, nanti kalau komplit ke kejaksaan, ke pengadilan, proses persidangan, ya kan jadi nggak boleh kita anggap pasti salah, pasti tidak salah," imbuhnya.

Apa yang membuat Gus Nur menjadi tersangka? Simak halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2