Round-Up

Jenderal Purnawirawan Disorot di Kasus Prajurit TNI Dikeroyok

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 05:19 WIB
Viral anggota TNI dikeroyok anggota Harley yang konvoi di Bukittinggi (Screenshot Video Viral)
Screenshot viral pengeroyokan anggota TNI di Bukittinggi (Foto: Dok. Instagram)
Bukittinggi -

Sosok dan pernyataan Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago menjadi sorotan dalam kasus dugaan pengeroyokan prajurit TNI oleh anggota Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC). Polisi menyebut Djamari sebagai pimpinan rombongan, namun pihak HOG SBC membantah hal itu.

Peristiwa dugaan pengeroyokan ini sendiri terjadi pada Jumat (30/10/2020) sore. Saat itu, dua anggota TNI, yakni Serda M Yusuf dan Serda Mistari, diduga mendapat perlakuan tak pantas dari rombongan moge yang melintas di Jalan Dr Hamka Kota Bukittinggi.

Danpuspomad, Letjen Dodik Wijanarko, menyebut kedua prajurit yang diduga menjadi korban pengeroyokan itu sedang bertugas tanpa seragam dinas. Keduanya merupakan anggota Intel Kodim 0304/Agam.

Diduga Berawal dari Tindakan Arogan Peserta Touring

Sejumlah moge yang tertinggal rombongan inti ngebut dan diduga melakukan tindakan arogan. Aksi arogan anggota HOG SBC itu ditunjukkan dengan menggeber-geber mogenya.

"Pada saat rombongan moge mendahului Serda M Yusuf yang berboncengan dengan Serda Mistari memberi kesan kurang sopan," ujar Letjen Dodik dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10).

Kedua anggota TNI yang berboncengan itu pun sempat keluar jalur. Mereka lalu mengejar dan terjadi cekcok berujung pengeroyokan.

5 Orang Jadi Tersangka

Polisi kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka labih dulu, yakni MS (49), B (18), HS alias A (48), dan JAD alias D (26).

Polisi kemudian menetapkan seorang lagi sebagai tersangka, yakni TTR alias TTG (33). TTG diduga mendorong salah satu prajurit TNI hingga terjatuh.

"Tersangka TTG mendorong korban Muhammad Yusuf sampai terjatuh dan dikuatkan keterangan saksi," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu, Senin (2/11/2020).

HOG SBC Minta Maaf

HOG SBC mengakui ada kekeliruan terkait insiden pengeroyokan yang menyebabkan dua prajurit TNI luka-luka. HOG SBC menyampaikan permohonan maaf atas kasus tersebut.

"Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya kegaduhan atas kejadian tersebut. Kedua, kami atas nama HOG SBC memohon maaf kepada seluruh korban pemukulan yang dilakukan oleh anggota HOG SBC. Ketiga, kami memohon maaf kepada pihak seluruh anggota TNI, khususnya kodim setempat, dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Bukittinggi," ujar Public Relation HOG SBC Epriyanto.

Rombongan Disebut Dipimpin Jenderal Purnawirawan

Polisi menyebut rombongan klub Harley itu dipimpin oleh Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago. Djamari disebut sebagai mantan Kasum TNI.

"Iya mantan Kasum (TNI). Iya jadi rombongan itu ketuanya Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake Bayu kepada wartawan, Minggu (1/11/2020).

Bayu mengatakan saat anggota HOG SBC mengeroyok anggota TNI, Letjen Djamari berada bersama rombongan paling depan. Menurutnya, seusai kejadian pengeroyokan juga Letjen Djamari sempat melakukan mediasi antara pelaku dan korban.

"Kan beliau nginap di hotel Novotel. Jadi sempat di mediasi di hotel Novotel. Tapi pihak pelapor ini tidak terima, akhirnya yang bersangkutan datang ke Polres melaporkan kasusnya," ujar Bayu.

Tonton video 'SPDP Pengeroyokan TNI oleh Anggota Klub Moge Diserahkan ke Kejaksaan':

[Gambas:Video 20detik]