HOG SBC Bantah Letjen TNI Purn Djamari Chaniago Ketua Rombongan Touring

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 10:42 WIB
Bandung -

Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter (SBC) membantah Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago menjadi ketua rombongan touring. Seperti diketahui, kegiatan touring itu berujung pengeroyokan anggota TNI.

"Tidak benar bahwa Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai ketua rombongan touring HOG SBC," ucap Public Relation HOG SBC Epriyanto dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (2/11/2020).

Menurut Epriyanto, Djamari memang ikut dalam rombongan tersebut. Namun dia memastikan eks pejabat TNI itu bukan ketua rombongan.

"Menanggapi sejumlah media yang menyebut bahwa Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai ketua rombongan Harley Owner Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC), saya ingin meluruskan bahwa tidak demikian adanya, beliau sebagai pecinta motor dan beliau juga sudah sepuh, bukan berarti beliau sebagai ketua rombongan," katanya.

"Jika beliau berada dalam satu kegiatan touring tersebut memang benar tapi bukan sebagai ketua rombongan, saya kira kita semua harus bijaksana dalam memberikan statement dan kita semua juga harus sama-sama menghormati hukum yang saat ini sedang dilakukan oleh Polri dalam hal ini polres setempat," tambahnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan lima anggota Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) sebagai tersangka terkait kasus pengeroyokan prajurit TNI di Bukittinggi, Sumbar. Polisi menyebut rombongan klub moge itu dipimpin oleh mantan Kasum TNI Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago.

"Iya mantan Kasum (TNI). Iya jadi rombongan itu ketuanya Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu, kepada wartawan, Minggu (1/11).

Bayu mengatakan saat anggota HOG SBC mengeroyok anggota TNI, Letjen Djamari berada bersama rombongan paling depan. Menurutnya, seusai kejadian pengeroyokan juga Letjen Djamari sempat melakukan mediasi antara pelaku dan korban.

"Kan beliau nginap di Hotel Novotel. Jadi sempat di mediasi di Hotel Novotel. Tapi pihak pelapor ini tidak terima, akhirnya yang bersangkutan datang ke polres melaporkan kasusnya," ujar Bayu.

Dalam peristiwa ini polisi telah menetapkan lima orang anggota HOG SBC sebagai tersangka terkait kasus pengeroyokan prajurit TNI di Bukittinggi, Sumbar. Tersangka itu berinisial HS alias A (48), JAD alias D (26), MS (49), B (18), dan TTR alias TTG (33).

Mereka diduga ikut mengeroyok Serda M Yusuf dan Serda Mistari. Keempatnya telah ditahan di rutan Polres Bukittinggi.