Round-Up

Saat Napoleon Pilih Keberatan tapi Prasetijo Tempur di Kesaksian

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 22:43 WIB
Irjen Napoleon Bonaparte menjalani sidang pembacaan surat dakwaan. Irjen Napoleon didakwa menerima suap Rp 6 miliar terkait penghapusan status buronan Djoko Tjandra.
Brigjen Napoleon Bonaparte (tengah). (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Cara dua jenderal Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo, menyikapi dakwaan jaksa penuntut umum terkait kasus status red notice Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra berbeda. Napoleon memilih mengajukan nota keberatan atau eksepsi, sedangkan Prasetijo menyatakan siap bertempur dalam pemeriksaan saksi.

Masing-masing pihak memiliki argumen untuk menguatkan keputusan mereka. Seperti halnya Irjen Napoleon yang meyakini kebenaran sejati akan terbukti dalam persidangan.

"Terima kasih saya ngerti apa yang didakwakan tetapi kebenaran sejati dalam sidang akan kami buktikan di persidangan. Selanjutnya untuk sidang saya serahkan ke tim pengacara," ujar Napoleon saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).

Memang butuh waktu untuk menyusun eksepsi. Pihak Irjen Napoleon pun meminta waktu kepada majelis hakim.

"Kami tim penasihat hukum Irjen Pol Napoleon akan ajukan eksepsi. Mohon izin kasih waktu satu minggu, Yang Mulia," kata pengacara Napoleon, Santrawan T Paparang, dalam persidangan.

Usai sidang, pengacara Napoleon lainnya menjelaskan alasan kliennya mengajukan eksepsi. Pihak Napoleon merasa dakwaan jaksa penuntut umum janggal dan aneh.

"Saya selaku penasihat hukum Irjen Napoleon Bonaparte merasa ada hal yang janggal dan aneh dengan dakwaan jaksa terhadap Irjen Napoleon Bonaparte yang dibacakan tadi," ucap Haposan.

Sejak kasus bergulir, Napoleon ditengarai menerima suap demi menghapus status red notice atas nama Djoko Tjandra. Sementara dalam dakwaan, Napoleon didakwa menghapus nama Djoko Tjandra dari daftar pencarian orang (DPO) di Imigrasi. Perbedaan antara red notice dan DPO itu yang menurut pihak Napoleon janggal.

"Karena selama pemeriksaan di tingkat penyidikan, Irjen Napoleon Bonaparte diduga melakukan penghapusan red notice atas nama Djoko Tjandra, tetapi dalam dakwaan, didakwa melakukan penghapusan DPO di Imigrasi atas nama Djoko Tjandra. Hal mana di luar kewenangan dari Irjen Napoleon Bonaparte," papar Haposan.

Sementara itu, Prasetijo tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum. Prasetijo siap membuktikan bahwa dia tidak melakukan seperti dalam dakwaan jaksa.

"Baik Pak, saya serahkan ke penasihat hukum saya. Secara pribadi saya lanjut aja," ujar Prasetijo dalam persidangan.

Brigjen Prasetijo Utomo jalani sidang dakwaan perkara suap dari Djoko Tjandra. Dalam sidang itu, Prasetijo didakwa terima suap Rp 2,1 miliar dari Djoko Tjandra.Brigjen Prasetijo Utomo jalani sidang dakwaan perkara suap dari Djoko Tjandra. (Ari Saputra/detikcom)

Sikap Prasetijo kemudian dipertegas oleh pengacaranya setelah persidangan. Bertempur dalam pemeriksaan saksi dinilai lebih baik oleh pihak Prasetijo.

"Kita tidak mengajukan eksepsi, lebih bagus kita akan bertempur di dalam pemeriksaan saksi nantinya," tegas kuasa hukum Prasetijo, Denny Kailimang.

Pertanyaan mengenai kebenaran dakwaan jaksa pun dipertanyakan. Denny menyatakan akan membuktikan bahwa kliennya tidak salah.

"Itulah nanti kami aman mulai dengan suatu.. karena apakah benar yang dikatakan tim jaksa penuntut umun, apa betul, benar. Nah itulah kita akan buktikan di saksi-saksi, dan di sinilah tempatnya pembelaan kami lakukan dalam pemeriksaan saksi-saksi nantinya," papar Denny.

Denny mengaku akan mencecar setiap saksi yang akan dihadirkan. Menurutnya, dalam proses pemeriksaan saksi nantinya kebenaran akan terungkap.

"Dalam sidang nanti saksi-saksi ini yang akan kita cecer, apakah keterangan-keterangannya benar atau tidak, nanti lihat keterangan saksi-saksi di sinilah proses sidang sebenarnya untuk cari kebenaran. Apakah benar dia mengatakan itu, atau tidak seperti yang dikatakan jaksa," tutur Denny.

Napoleon dan Prasetijo sama-sama didakwa atas dugaan penerimaan suap dari Djoko Tjandra. Bagaimana detail dakwaan yang disangkakan kepada mereka? Baca di halaman selanjutnya.