Baru Dijebloskan ke Penjara, Dalton Tanonaka Dilepaskan MA

Andi Saputra - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 15:44 WIB
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menjebloskan Dalton Ichiro Tanonaka ke penjara pada 8 Oktober 2020 lalu di kasus penipuan. Namun belum sebulan menjalani pidana, Dalton sudah dilepaskan Mahkamah Agung (MA). Kok bisa?

Kasus bermula saat Dalton menjalankan usaha di PT Melia Media Internasional. Perusahaan itu bergerak di bidang pembuatan program khusus tentang Indonesia, bagi rumah produksi maupun televisi. Dalton kemudian berkongsi dengan sebuah perusahaan pada 2014.

Keduanya patungan dalam usaha itu. Belakangan, perusahaan Dalton malah merugi sehingga koleganya merasa tertipu dan melaporkan hal ini. Kasus pun diproses hingga disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Awalnya Dalton dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan. Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melepaskan Dalton dari segala tuntutan.

Jaksa tidak tinggal diam dan mengajukan kasasi ke MA. Pada 4 Oktober 2018, majelis kasasi mengubah hukuman dan menjatuhkan pidana selama 3 tahun penjara.

Setelah 2 tahun buron, Dalton ditangkap Tim Tabur Kejagung dan dijebloskan ke Lapas Salemba. Dalton ditangkap di Apartemen Permata Hijau, Kebayoran lama, Jakarta Selatan.

Namun tidak berapa lama, PK Dalton dikabulkan MA dan Dalton kembali lepas.

"Permohonan PK Pemohon/Terpidana Dalton Ichiro Tanonaka dikabulkan oleh MA," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Senin (2/11/2020).

MA dalam putusan PK membatalkan putusan kasasi MA. "Menurut majelis hakim PK, Pemohon PK/Terpidana, kendati perbuatan yang didakwakan oleh Penuntut Umum kepada Terpidana terbukti, tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana," ucap Andi Samsan Nganro.

Duduk sebagai ketua majelis PK yaitu hakim agung Andi Abu Ayyub Saleh, dengan anggota Soesilo dan Hidayat Manao. Vonis itu diketok pada 27 Oktober 2020.

"Oleh karena itu Pemohon PK/Terpidana harus dilepaskan dari segala tuntutan hukum. Putusan PK MA tersebut sama dengan putusan judex factie/Pengadilan Tinggi yang menyatakan perbuatan Terpidana bukan merupakan tindak pidana, melainkan perbutan tersebut adalah wanprestasi atas isi perjanjian yang disepakati para pihak," pungkas Andi.

Siapakah Dalton? Dalton dikenal membawakan berita dalam bahasa Inggris di salah satu stasiun televisi swasta beberapa tahun silam. Setelahnya dia diketahui beralih ke kanal YouTube masih dengan format yang sama yaitu membawakan berita-berita teraktual dalam bahasa Inggris.

(asp/aud)