Marinir dan Demonstran

Catatan Kivlan Zen: Saat Demo 1998, Pam Swakarsa Sering Digebuki Marinir

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 01 Nov 2020 09:59 WIB
Para prajurit Korps Marinir dari berbagai satuan melakukan aksi unjuk kemampuan saat berlangsungnya Serah Terima Jabatan Komandan Korps Marinir berlangsung di Lapangan Apel Brigif 2, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (16/03/2017). Para prajurit Marinir ini melakukan aksi unjuk kemampuan seperti terjun payung, bela diri dan juga memperlihatkan alutsista yang mereka miliki. Grandyos Zafna/detikcom
Ilustrasi, tidak berhubungan langsung dengan berita. (Grandyoz Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ini adalah cerita sejarah pengamanan demonstrasi dua dekade silam. Pernah terjadi pada 1998, Pam Swakarsa digebuki pasukan Marinir karena faktor ketidaktahuan.

Catatan pengamanan demonstrasi ini disampaikan mantan Kepala Staf Kostrad TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen dalam bukunya. Kata Kivlan, Pasukan Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) dibentuknya atas perintah Panglima ABRI era itu, Jenderal Wiranto, untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR pada 10-13 November 1998.

Pada November 1998, Gedung Parlemen di Senayan Jakarta menjadi pusat perhatian massa demonstran sekaligus pengamanan aparat.

Di satu sisi, ada Pam Swakarsa yang terdiri atas orang-orang sipil yang dikumpulkan jadi satu untuk melindungi Sidang Istimewa MPR dan mendukung Presiden BJ Habibie. Di sisi lain, ada pula aparat betulan yang mengamankan situasi, dari polisi hingga Korps Marinir TNI AL.

Di pihak yang berlawanan, ada demonstran yang anti-Sidang Istimewa MPR dan anti-Habibie, menolak dwifungsi ABRI, dan menolak politikus Orde Baru.

Lewat rapat dengan Wiranto pada 9 November 1998 (tentu saja ini cerita versi Kivlan), Pam Swakarsa disepakati bakal ditempatkan di bagian depan untuk menghadapi demonstran. Pokoknya, bila Pam Swakarsa terdesak, tentara Kodam Jaya bakal langsung menolong dari belakang.

"Namun, dalam praktiknya, tidak jarang Pam Swakarsa malah digebuki pasukan marinir di beberapa lokasi, karena mereka (Marinir) tidak diberi tahu," tulis Kivlan dalam buku 'Masalah Internal TNI AD 1945-2000'.

Mayjen (Purn) Kivlan Zen meninggalkan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, usai diperiksa soal kasus dugaan makar.Mayjen (Purn) Kivlan Zen (Grandyos Zafna/detikcom)

Halaman selanjutnya, BJ Habibie datang ke MPR, Pam Swakarsa sempat tertahan oleh Marinir:

Tonton juga 'Bujukan Marinir Bubarkan Massa Aksi di Patung Kuda':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2