Penodong di Hotel Tangerang Ngaku Depresi, Polisi Minta Bukti Rekam Medis

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 15:06 WIB
Poster
Ilustrasi penodongan senjata api. (Edi Wahyono/detikcom)
Tangerang -

Pelaku perampokan serta penodongan berinisial SP (40) di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangsel, mengaku depresi. Pihak kepolisian meminta keluarga menunjukkan bukti rekam medis pelaku.

"Keluarganya datang bilang (pelaku) alami gangguan jiwa. Kalau memang dia depresi kita minta dokumen resminya dari psikiater mana," kata Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono saat dihubungi wartawan, Sabtu (31/10/2020).

Selain meminta bukti medis kepada keluarga pelaku, polisi akan meminta keterangan dari dokter atau psikiater yang selama ini menangani pelaku untuk memastikan pengakuan pelaku dan keluarga soal gangguan kejiwaan.

"Psikiater atau dokter medis yang bersangkutan (pelaku) akan kita mintai keterangan," imbuh Wibisono.

Lebih lanjut, Wibisono mengaku masih kesulitan menggali keterangan pelaku. Menurut Wibisono, keterangan pelaku kerap berubah-ubah.

"Keterangannya berubah-ubah. Dia merasa kecewa dan tertekan karena ada info juga dia imajinasinya terlalu tinggi. Keterangan keluarganya karena depresi sehingga halusinasi dan imajinasinya tinggi," ungkap Wibisono.

Terkait motif pelaku, Wibisono mengaku pihaknya belum ke tahap kesimpulan. Dia mengatakan masih terus berupaya menggali keterangan pelaku serta mencari fakta-fakta hukum lainnya.