Pamit dari KPK, Febri Diansyah 'Reuni' dengan Donal Fariz Bikin Kantor Hukum

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 10:46 WIB
Donal Fariz dan Febri Diansyah
Donal Fariz dan Febri Diansyah (Foto: dok istimewa)
Jakarta -

Febri Diansyah kembali muncul ke publik. Mantan juru bicara KPK itu ternyata reuni dengan kawan lamanya di Indonesia Corruption Watch (ICW), yaitu Donal Fariz.

"Dalam beberapa hari ini, setelah pamit dari KPK saya dan Donal Fariz yang juga baru resign dari ICW cukup intens diskusi bersama. Kami sedang membangun sebuah kantor hukum yang akan mengombinasikan advokasi antikorupsi, khususnya korban korupsi dan perlindungan konsumen dengan fungsi penasihat hukum sebagaimana kantor hukum pada wajarnya tapi tentu pemberian jasa hukum tersebut kami tegaskan dilakukan dengan prinsip-prinsip antikorupsi dan menjunjung peradilan yang bersih," ujar Febri kepada detikcom, Jumat (30/10/2020).

Momentum pamitan Febri dari KPK memang hampir bersamaan dengan Donal dari ICW. Mereka kini membawa misi yang tidak jauh mengenai antikorupsi.

"Kenapa advokasi korban korupsi? Karena masyarakat sebagai korban nasibnya saat ini cenderung terabaikan sehingga perlu dibela. Kami berencana melakukan advokasi tersebut dari aspek litigasi. Prinsip antikorupsi juga juga akan kami bangun ke sektor-sektor yang kami dampingi, apakah sektor pemerintahan, politik ataupun bisnis. Karena pada dasarnya, jika prinsip antikorupsi diterapkan, maka kita bisa melihat Indonesia yang lebih baik ke depan," kata Febri.

"Terkait advokasi perlindungan konsumen, kami sedang menyusun bersama dan diskusi dengan salah satu advokat senior di bidang tersebut, David Tobing. Ada sejumlah advokasi ke depan yang akan dibangun untuk membela hak masyarakat yang menjadi korban sebagai konsumen," imbuh Febri.

Pulang Kampung ke Sumbar

Salah satu yang disasar Febri dan Donal adalah soal komitmen antikorupsi dalam ranah pilkada serentak. Febri sempat pula bertemu dengan Bupati Dharmasraya nonaktif Sutan Riska Tuanku Kerajaan, yang kembali maju dalam kontestasi pilkada serentak.

"Saat kontestasi politik seperti pilkada serentak saat ini, kami juga membangun komunikasi dengan pihak penyelenggara ataupun para calon kepala daerah yang memiliki komitmen antikorupsi, tidak mau menggunakan politik uang dan ke depan secara serius ingin menerapkan pemerintahan yang bersih. Beberapa hari kemarin, kami 'pulang kampung' ke Sumatera Barat sekaligus bertemu dengan Bupati Dharmasraya nonaktif yang sekarang sedang maju dalam kontestasi politik di sana. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi tersebut, namun kami menggarisbawahi pesan utama agar proses politik dilakukan secara berintegritas dan menolak politik uang. Ada kebutuhan juga yang disampaikan oleh Sutan Riska, yaitu untuk pendampingan hukum secara profesional," kata Febri.

Lantas, apakah Febri kini menjadi kuasa hukum seorang kepala daerah?

Simak juga video 'Dialog Febri Diansyah dengan Firli Bahuri Soal Pengunduran Dirinya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2