Round-Up

Silang Pendapat Pimpinan KPK soal Narasi Pejuang Tinggalkan Gelanggang

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 07:32 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Ilustrasi KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kabar pengunduran diri seorang Febri Diansyah dari KPK berbuntut panjang. Sesama pimpinan KPK berbeda pendapat mengenai istilah 'pejuang meninggalkan gelanggang'.

Bermula dari keputusan berat yang diambil Febri Diansyah dari jabatan Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) KPK. Febri dengan berat hati pamit dari KPK dengan alasan kondisi politik dan hukum yang berubah bagi KPK.

"Dengan segala kecintaan saya pada KPK, saya pamit," kata Febri kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Pengunduran diri itu diajukan lewat surat sejak 18 September 2020. Dalam surat yang diperoleh detikcom, Febri memaparkan kisahnya memulai karier di KPK termasuk alasan akhirnya memutuskan mundur.

"Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," demikian bunyi surat pengunduran diri Febri Diansyah yang diperoleh detikcom.

Dalam surat itu, Febri juga menyampaikan harapan untuk KPK ke depannya. Dia meminta maaf atas segala perbedaan pendapat selama bekerja sama di KPK.

"Kalau pun terdapat perbedaan pendapat atau ketersinggungan, Saya mohon maaf. Semua itu tidak pernah saya tempatkan sebagai persoalan pribadi, melainkan semata karena hubungan pekerjaan yang professional," ungkap Febri.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, melepas jabatannya sebagai jubir KPK. Febri mundur usai pimpinan KPK terbaru hendak mencari juru bicara KPK yang baru.Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat melepas jabatannya sebagai jubir KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Febri mengaku akan tetap berjuang di jalur pemberantasan korupsi namun dengan payung yang berbeda. Momentum revisi Undang-Undang KPK disebut Febri sebagai titik balik hingga akhirnya keputusan berat itu diambilnya.

"Kurang lebih 1 tahun setelah revisi UU KPK disahkan di DPR, saya ingat betul, 17 September 2019 revisi UU KPK disahkan tapi kami tidak langsung meninggalkan KPK. Pada saat itu kami bertahan di dalam dan berupaya untuk bisa berbuat sesuatu agar tetap bisa berkontribusi untuk pemberantasan korupsi," kata Febri.

"Namun secara pribadi saya melihat rasanya ruang bagi saya untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi akan lebih signifikan kalau saya berada di luar KPK tetap memperjuangkan dan ikut advokasi pemberantasan korupsi," imbuhnya.

Simak juga video 'Dialog Febri Diansyah dengan Firli Bahuri Soal Pengunduran Dirinya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2