Syarief Hasan Raih Penghargaan Best Freedom of Speech

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 22:03 WIB
Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 dipimping oleh Ahmad Basarah (PDIP), Bambang Soesatyo (Golkar), Ahmad Muzani (Gerindra), Lestari Moerdijat (NasDem), Jazilul Fawaid (PKB), Syarief Hasan (Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Arsul Sani (PPP), dan Fadel Muhammad (DPD).
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menerima penghargaan kategori Best Freedom of Speech dalam acara nasional Teropong Democracy Award (TDA). Pemimpin Redaksi Teropong Senayan Rihad Wiranto mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada Syarief dan tokoh lainnya karena kontribusinya dalam memberikan narasi-narasi yang menguatkan demokrasi di Indonesia.

"Ketahanan demokrasi sangat terkait dengan keberhasilan mewujudkan komitmen berdemokrasi dan penyelenggara negara harus turut mengawal ketahanan demokrasi," ungkap Rihad dalam keterangannya, Kamis (29/10/2020).

Hal tersebut disampaikan dalam acara Teropong Democracy Award (TDA) yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (28/10) kemarin.

Terkait hal ini, Syarief menyampaikan terima kasih atas penghargaan dan apresiasi yang diberikan portal berita Teropong Senayan.

"Penghargaan ini menjadi wujud nyata apresiasi tulus dari masyarakat kepada politisi yang terus mengawal demokrasi di Indonesia," ungkapnya.

Ia mengatakan kunci dari demokrasi adalah kebebasan menyampaikan narasi dan suara rakyat untuk perbaikan negeri.

"Kami sejak awal percaya bahwa demokrasi sebagai sebuah sistem harus menjamin kebebasan berbicara. Sebab, kebebasan tersebut menjadi ruang check and balances yang dapat mendewasakan demokrasi di Indonesia," katanya.

Berdasarkan laporan Freedom in the World 2019 yang dirilis oleh Freedom House, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menyebut Indonesia mendapatkan skor 62 dari skor maksimal 100. Sementara itu Reporters Without Borders, sebuah organisasi internasional yang meneliti kebebasan pers dunia menempatkan Indonesia di posisi 124 dari 180 negara dalam laporan World Press Freedom Index 2019.

Syarief menilai posisi ini menunjukkan masih rendahnya Indeks Kebebasan Pers Indonesia. Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah untuk menjamin kebebasan berbicara di Indonesia.

"Indeks dan laporan ini menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia masih tergolong belum sempurna. Sehingga, perlu peran bersama dari penyelenggara negara, politisi, hingga masyarakat memastikan jaminan kebebasan berekspresi dan berdemokrasi di Indonesia," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syarief juga menegaskan penghargaan ini akan semakin mengokohkan posisi Partai Demokrat untuk kuat bersama rakyat.

"Penghargaan kepada 6 kader Partai Demokrat menjadi penyemangat kami untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia. Sebagaimana pesan Ketum Partai Demokrat, bersama kita kuat, bersatu kita bangkit," pungkasnya.

Sebagai informasi, selain Syarief Hasan, beberapa kader dan fraksi Partai Demokrat juga mendapatkan penghargaan Teropong Democracy Award antara lain Fraksi Partai Demokrat dalam kategori Voices of Democracy, Agus Harimurti Yudhoyono untuk kategori Rising Star of Democracy, Edhi Baskoro Yudhoyono untuk kategori Hope of Democracy, serta Syarief Hasan, Benny K. Harman, dan Herman Khaeron untuk kategori Best of Freedom Speech.

(akn/ega)