Wakil Ketua MPR Dorong Mahasiswa UNM Ambil Peluang Usaha Digital

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 16:01 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menyatakan pentingnya menumbuhkembangkan entrepreneurship berbasis digital di masa pandemi COVID-19. Ia juga memberikan gambaran pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terancam resesi.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II telah terkontraksi hingga minus 5,32% dan berpotensi resesi menimpa Indonesia. UMKM lah yang paling berperan penting untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia," ungkap Syarief dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pemateri dalam kuliah umum 'Building entrepreneurship innovation to be a great digitalpreneur' yang diselenggarakan oleh Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM). Syarief mengatakan memang selain menyebabkan banyak kasus positif dan meninggal dunia, pandemi COVID-19 juga menyebabkan jatuhnya ekonomi Indonesia.

"Kita bisa melihat, indikator lain yakni semakin banyaknya pengangguran akibat PHK besar-besaran dan melejitnya angka kemiskinan mencapai 26,4 juta rakyat, tertinggi sejak tahun 2017," ungkap Syarief.

Eks Menteri Koperasi dan UMKM di masa SBY ini pun menilai solusi paling tepat untuk menguatkan kembali ekonomi Indonesia adalah dengan membangun budaya berwirausaha. Ia pun mendorong para peserta kuliah umum yang didominasi mahasiswa dan akademisi UNM agar memanfaatkan digital sebagai ruang baru untuk membangun usaha.

"Data menunjukkan bahwa UMKM lah yang menyerap 97% total tenaga kerja dan 99% lapangan kerja. Menumbuhkan UMKM sama artinya menjaga rakyat dapat tetap bekerja. 64% masyarakat Indonesia melek internet dan 60% masyarakat telah menggunakan media sosial. Opportunity ini harus dimanfaatkan oleh anak muda Indonesia," jelas Syarief.

Politisi yang juga aktif sebagai pengusaha ini juga memberikan motivasi kepada para pemuda untuk membangun usaha. Sebab media sosial sudah semakin mudah digunakan untuk memasarkan produk dan masyarakat sudah terbiasa belanja online sejak pandemi.

"Media sosial sudah semakin mudah digunakan untuk memasarkan produk, masyarakat juga sudah terbiasa belanja online sejak pandemi. Harusnya peluang-peluang ini menjadi batu loncatan anak muda untuk berkembang pesat. Kuncinya, try and try again dan yakinlah Anda bisa," ujarnya.

(akn/ega)