Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW yang Menyentuh Hati

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 05:00 WIB
One day One Hadits
Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW yang Menyentuh Hati (Foto: Andhika A/detikcom)
Jakarta -

Tema Maulid Nabi Muhammad SAW bisa digunakan sebagai materi Khutbah Jumat hari ini, 30 Oktober 2020 yang bertepatan dengan 13 Rabiul Awwal 1442 H. Sebab Kamis 12 Rabiul Awwal kemarin bertepatan dengan mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.


Dikutip dari buku 'Hukum-hukum Terkait Ibadah Shalat Jumat' karya Ahmad Sarwat Lc, MA salah satu syarat sah sholat Jumat dengan adanya khutbah. Setidaknya, khutbah dilakukan dua kali dengan jeda duduk di antara keduanya.

Berikut materi khutbah Jumat Maulid Nabi dikutip dari buku 'Kumpulan Naskah Khutbah Jum'at' terbitan Kementerian Agama:

Khutbah JumatKhutbah Jumat Foto: istimewa

Jama'ah jum'at yang berbahagia

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan taufiq-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita sekalian, sehingga kita dapat menunaikan ibadah kepada Allah sesuai dengan ajaran Islam, berdasarkan Al-qur'an dan Hadist Rasulullah SAW.

Hadirin jama'ah Jum'at rahimakumullah

Setiap tanggal dua belas Rabiul-Awwal kita mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini diadakan karena rasa syukur kita kepada Allah SWT atas kelahiran beliau selaku utusan Allah SWT, sebagai rahmat bagi alam semesta. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-anbiya ayat 107

Artinya:
Dan tiadalah Kami mengutus kamu. melainlcan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Sebagaimana dimaklumi, bahwa sebelum Nabi Muhammad SAW lahir, kehidupan masyarakat-Makah adalah kehidupan masyarakat Jahiliyah, jaman kebodohan. Dengan kelahiran "beliau, akhimya dari masyarakat Jahiliyah tersebut berubah menjadi masyarakat tauhid, penegak kebenaran serta berkepribadian yang luhur, sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Dengan kelahiran (beliau pula). maka berubahlah ยท beberapa hal pokok yang mendasar antara lain bidang akidah dan bidang sosial kemasyarakatan.

Dasar asasi kehidupan umat Islam, adalah akidah dalam lubuk hati. Karena Islam, perbuatan dan pengabdian seseorang itu tidak akan diterima oleh Allah SWT. Maka iman merupakan syarat diterimanya amal oleh Allah SWT

Berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 96
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Hadirin jama'ah jum'at rahimakumullah

Perubahan yang lain, yang dibawa Nabi SAW adalah perubahan sosial kemasyarakatan. Dengan kelahiran beliau, masyarakat ditata kembali sesuai dengan nilai-nilai kemanusian sating membutuhkan, sating tolong menolong dan saling hormat menghormati sebagai mahluk Allah SWT yang sarna-sarna mempunyai kelebihan dan kekurangan. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya:
"Tidak sempurna keimanan seseorang sehingga mereka mencintai kepada Saudara, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri". (HR. Bukhori)

Hadirin jama'ah jum'at rahimakumullah

Selanjutnya
Halaman
1 2