Sumpah Pemuda 2020, KPK Soroti Banyaknya Pelaku Korupsi Berusia Muda

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 14:06 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (tengah) bersama Ketua KPU Arief Budiman (kiri) memberi keterangan pers terkait OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/1/2020) terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar komisioner KPU Wahyu Setiawan. Selain itu, KPK menunjukan uang bukti suap yang diterima berupa uang pecahan dolar singapura senilai Rp 400 juta
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menyoroti banyaknya pelaku korupsi yang masih berusia muda. Lili mengajak seluruh kaum muda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda 2020 sebagai refleksi untuk meningkatkan integritas dalam memerangi korupsi.

Hal itu diungkap Lili dalam dialog 'Pemuda Anti Korupsi' untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 2020 yang ditayangkan di YouTube SPAK Indonesia, Rabu (28/10/2020). Lili awalnya berbicara mengenai pembangunan bangsa dan negara yang tidak akan lepas dari peran pemuda dan pemudi.

"Karena kita tahu bahwa korupsi itu adalah sebuah hambatan dalam mencapai tujuan pembangunan bangsa dan negara," kata Lili.

Lili mengatakan sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke-4, perjuangan pemuda-pemudi Indonesia harus mengesampingkan semua perbedaan-perbedaan maupun semua ego sektoral. Hal itu perlu dilakukan agar komitmen untuk mencapai tujuan bersama bisa tercapai.

"Artinya juga bahwa setiap perjuangan kita, para pemudi pemuda itu, harus ditujukan untuk tanah air, untuk bangsa, untuk bahasa, yaitu untuk Indonesia. Inilah kemudian dia menjadi perilaku yang wajib yang harus diteladani oleh seluruh para pemuda pemudi Indonesia di masa kini," ujar Lili.

Lalu bagaimana esensi dari sumpah pemuda menurut Lili? Dia mengatakan esensi sumpah pemuda bagi para pemuda dan pemudi tentu berhubungan dengan kesamaan visi dan misi, tanpa harus memandang perbedaan.

"Dalam konteks antikorupsi tentu saja kita sama-sama tahu korupsi itu sebagai penghambat dalam mencapai tujuan pembangunan bangsa dan negara yang tentu saja harus kita berantas bersama-sama. Memaknai dalam sumpah pemuda ini dalam perkembangannya tentu saja dimaknai bahwa salah satu upaya dalam pemberantasan korupsi itu juga harus punya tekad yang satu, harus punya tekad untuk menyampingkan perbedaan dalam membentuk integritas sebagai identitas bangsa dan negara tentu saja secara nasional bersama sama kita melawan satu musuh bersama adalah korupsi," jelasnya.

Lili menilai para pemuda dan pemudi harus meningkatkan pengetahuan dan integritas terhadap pemberantasan korupsi. Menurutnya, mereka harus mengenal tentang jenis-jenis korupsi, bagaimana cara menghindari, hingga bagaimana tindakan untuk memberantasnya.

"Karena kita tahu bahwa itu tentu saja sangat luar biasa, kita lihat dan kita ingatkan bahwa pemuda itu wajib punya nilai-nilai integritas yang tinggi bagaimana memerangi korupsi karena kemudian dengan merajalelanya korupsi ini sangat luar biasa dampaknya," ujar Lili.

Lebih jauh, Lili mengungkap terkait para pelaku korupsi yang tidak hanya dilakukan oleh penyelenggara negara. Menurutnya, KPK mencatat banyak pelaku korupsi dilakukan oleh pihak swasta dan masih berusia muda.

"Kita bisa melihat yang mana para pelaku korupsi, ternyata data dari para pelaku tindak pidana korupsi ini menunjukkan ternyata yang tertinggi adalah sektor profesi swasta atau dengan kata lain adalah masyarakat umum dan ini angka paling tinggi di antara jenis profesi lainnya," katanya.

"Ini kita bisa melihat bahwa ternyata korupsi ini tidaklah melulu menjadi perbuatan para penyelenggara negara, atau aparat penegak hukum saja. Tapi juga bisa menyentuh aspek masyarakat umum, menyentuh aspek pemuda dan pemudi. Ada yang tercatat bahwa ternyata data pelaku korupsi di usia muda luar biasa. Ini adalah menunjukkan bahwa banyak pelaku korupsi yang berusia muda," sambungnya.

Lili sangat menyayangkan atas catatan para pelaku korupsi yang masih berusia muda itu. Seharusnya, kata dia, generasi muda itu diarahkan untuk melakukan hal-hal bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

"Jadi mampu menghasilkan calon-calon pemimpin yang mengedepankan kepentingan umum dan mengedepankan kesejahteraan masyarakat sehingga sesuai dengan semangat sumpah pemuda yang kita peringati pada hari ini," ujarnya.

(fas/knv)