Round-Up

Ditampung di Medan, Oknum Rohingya Malah Bisnis Selundupkan Imigran

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 23:02 WIB
Tersangka kasus penyelundupan etnis Rohingya ke Aceh (Agus Setyadi-detikcom)
Foto: Tersangka kasus penyelundupan etnis Rohingya ke Aceh (Agus Setyadi-detikcom)

Sony mengatakan S memerintah P untuk menjemput tiga warga Rohingya. Namun aksi tersebut kepergok petugas sehingga P ditangkap pada Selasa (13/10) lalu. Lalu S ditangkap di Medan.

Sony menjelaskan, kedatangan 99 Rohingya ke Aceh Utara itu memang sudah dikondisikan dengan melibatkan tersangka dari Lhokseumawe. Sony menjelaskan ada satu dari 99 imigran Rohingya yang diduga diselundupkan ke Aceh sudah dibawa ke luar negeri dan kini ada di Malaysia.

Pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia untuk menyelidiki dugaan penyelundupan imigran Rohingya ke Malaysia. Polisi juga masih menyelidiki proses 'manusia perahu' tersebut tiba di Negeri Jiran.

"Kami juga sempat berkomunikasi dengan atase kepolisian di Malaysia untuk melakukan penyelidikan orang ini sampai ke Malaysia bagaimana caranya," jelas Sony.

Sony menjelaskan, imigran Rohingya tiba di Aceh dalam dua gelombang. Pertama, 99 orang yang diduga diselundupkan pada Juni lalu, dan gelombang kedua berjumlah 297 orang tiba September lalu.

Imigran gelombang kedua tersebut diketahui sudah berada di bibir pantai Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe pada Senin (7/9) sekitar pukul 00.30 WIB. Warga Rohingya tersebut selanjutnya ditampung di BLK Lhokseumawe bersama 99 imigran Rohingya lainnya.

"Salah satu warga Rohingya di Medan berinisial S kemudian memerintahkan seorang perempuan berinisial P untuk menjemput tiga Rohingya gelombang kedua," jelas Sony.

Upaya membawa kabur tiga Rohingya dari BLK Lhokseumawe pun gagal. P ditangkap petugas pada Rabu (13/10) lalu. Dia lalu mengaku menjemput ketiga imigran tersebut atas suruhan S.

"S yang menyuruh itu etnis Rohingya yang sudah berada di Medan sejak 2011. Menurut informasi, ketiga Rohingya yang dijemput tersebut hendak dibawa ke Malaysia," ujar Sony.

Halaman

(idn/idn)