Berkas Lengkap, Tersangka Korupsi RTH Bandung Segera Disidang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 16:53 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK menyerahkan tersangka Dadang Suganda dan barang bukti terkait kasus korupsi pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) di Pemkot Bandung pada 2012 hari ini. Berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21.

"Hari ini penyidik KPK melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) tersangka/terdakwa Dadang Suganda kepada JPU," kata plt juru bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Ali mengatakan penahanan Dadang kini menjadi kewenangan JPU selama 20 hari, terhitung mulai 27 Oktober 2020 sampai 15 November 2020 di Rutan KPK Kavling C1. Menurutnya, dalam waktu 14 hari, JPU akan segera melimpahkan berkas perkaranya ke PN Tipikor.

"Persidangannya akan dilaksanakan di PN Tipikor Bandung," ujar Ali.

Ali menyebutkan, selama proses penyidikan telah memeriksa sebanyak 205 saksi. Di antaranya Wali Kota Bandung Oded Mohamad Danial, Dada Rosada, mantan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, serta sejumlah pegawai bank.

Dadang ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menjadi makelar tanah untuk pengadaan RTH Kota Bandung. Ia menjadi makelar bersama eks anggota DPRD Kota Bandung Kadar Slamet. Dadang dijerat dalam pengembangan kasus.

Menurut KPK, Dadang memanfaatkan kedekatan hubungannya dengan Edi Siswadi, yang saat itu merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung. Edi kemudian memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan Daerah Pemkot Bandung saat itu, Herry Nurhayat, membantu Dadang dalam pengadaan tanah untuk RTH itu.

"Setelah tanah tersedia, Pemerintah Kota Bandung membayarkan Rp 43,65 miliar pada DGS (Dadang Suganda). Namun DGS hanya memberikan Rp 13,5 miliar kepada pemilik tanah sehingga diduga DGS diperkaya sekitar Rp 30 miliar," ujar Kabiro Humas KPK Febri dalam konferensi pers di kantornya Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

(fas/gbr)